Palestina Dukung Kemerdekaan Indonesia?

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 12 Maret 2026 | 08:25 WIB
Screenshot
Screenshot

Sayid Muhammad adalah tokoh yang cukup problematik. Di koran-koran Belanda yang saya baca (akhirnya saya baca lagi gara-gara Abu Janda bermain kotor di sinyal publik kemarin), namanya tak pernah harum. Ia dituduh macam-macam, apalagi ketika meminta tolong Hitler dan Mussolini mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Bahkan di penghujung usianya, namanya tidak kembali pulih. Alih-alih dikresditkan begitu dalam. Tak tanggung-tanggung, Presiden Gamal Abdul Nasir di Mesir dan Raja Abdullah di Yordania bahkan meminta pers di negara-negara Arab untuk mengulit nama baiknya, memfitnah, dan mengecilkan perannya.

Kenapa?

Tentu saja rekam jejaknya duduk bareng Hitler. Jadi, sampai ia sakit-sakitan (hingga meninggal) pun ia dianggap sebagai ancaman politik.

Di samping itu, saya sedikit perhatian dengan kisah ini adalah penuturnya adalah Zain Hassan. Tapi namanya, ia berdarah Yaman, dari kabilah Hassan.

Leluhurnya, bernama Abdurrahman bin Ali, pernah menulis sebuah kitab sejarah Yaman yang ditulis tahun 700-an Hijriyah. Manuskripnya sempat dianggap hilang, hingga akhirnya ditemukan oleh Sayid Ahmad Alatas, disimpan di Huraidlah, dan melanglangbuana hingga ke Oxford.

Nama manuskrip itu adalah Tarikh al-Wasith, dan di sana ada catatan bahwa leluhur Bani Alawi yang bernama Muhammad bin Ali al-Faqih al-Muqaddam punya silsilah sampai ke Ubaid bin Ahmad bin Isa.

Benar, Ubaid bin Ahmad bin Isa, bukan Ubaidillah, bukan pula Abdullah. Tapi Ubaid.

Kembali ke pertanyaan awal: Apakah Palestina mendukung kemerdekaan RI benar-benar hoaks, seperti Abu Janda katakan?

Salam,
Rumail Abbas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X