Komunitas Menua Bermartabat menyampaikan duka sekaligus rasa bangga atas teladan hidup Pak Hoegeng dan Ibu Meriyati Hoegeng yang wafat dengan penuh martabat.
Di depan keheningan semesta, menapak usia seabad, Meriyati Hoegeng berpulang tanpa gegap gempita dan tanpa kemewahan.
Hidupnya adalah cerminan dari perjalanan panjang bersama suaminya, Jenderal Hoegeng, seorang Kapolri yang namanya justru lebih harum karena kesederhanaan dan integritasnya yang tak tergoyahkan.
Meriyati pergi tanpa panggung, meski suaminya adalah pemimpin kepolisian terbaik yang pernah dimiliki negeri ini.
Pak Hoegeng memimpin kepolisian dengan prinsip yang kokoh. Ia menolak rumah dinas mewah, menolak berbagai hadiah, bahkan menolak fasilitas mobil baru.
Di sampingnya, Meriyati menjadi pendamping yang setara dalam kesahajaan. Ia menjahit kebayanya sendiri, menahan diri dari segala bentuk kemewahan, dan tak pernah silau oleh status.
Ketika masa tugas usai, mereka hidup dari pensiun yang sederhana tanpa rekening gendut atau hak istimewa tersembunyi. Yang mereka miliki hanyalah nama baik dan ketenangan batin.
Meriyati bukan sekadar pendamping, ia adalah penjaga nilai. Sebagai perempuan yang tahu kapan harus menahan dan menguatkan, ia mengajarkan melalui kesehariannya bahwa integritas tidak perlu diumumkan atau diteriakkan.
Di tengah budaya yang sering memamerkan kekuasaan, pasangan ini justru menunjukkan bahwa kejujuran memang mahal, tetapi menyelamatkan.
Hari ini, ketika Meriyati pergi, ia meninggalkan lebih dari sekadar kenangan. Perempuan luar biasa ini meninggalkan sebuah standar moral yang menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, namun sangat kekurangan teladan.
Selamat jalan, Ibu Meriyati. Engkau adalah salah satu perempuan terbaik negeri ini karena selalu memilih hidup lurus ketika jalan berbelok begitu menggoda.
Berbahagialah dalam keabadian bersama Pak Hoegeng. Sungguh, negeri ini layak berduka atas kepergianmu.
Artikel Terkait
Muhammadiyah Cianjur Resmikan Klinik PKU, Wujud Komitmen Tingkatkan Akses Kesehatan
Mutiara Pagi: Syukur (Bagian 2107)
BEM PTNU Jawa Barat: Menjaga Independensi Polri dari Intervensi Politik dan Wacana Subordinasi Kementerian
Perkuat Generasi Muda, SPPG Desa Jamali dan Duta Anti Narkoba Jabar Gelar Edukasi Gizi Seimbang dan P4GN
Mutiara Pagi: Sifat Asli Manusia (Bagian 2108)
BEM PTNU Jatim: Independensi Polri Amanah Reformasi, Bukan Privilese
BEM PTNU Jateng: Menjaga Independensi Polri dari Pusaran Politik Praktis
Independensi Polri: BEM PTNU Sumatera Selatan Dukung Ketegasan Kapolri Jaga Marwah Institusi
Jaringan GUSDURian Desak Indonesia Keluar dari Inisiatif "Board of Peace" Donald Trump
Mutiara Pagi: Malam Nisfu Syaban (Bagian 2109)