JOURNALNUSANTARA.COM - Pembangunan pabrik BYD di Indonesia hampir selesai, hal menandakan semakin dekatnya raksasa otomotif Cina ini untuk memproduksi kendaraan listrik (EV) secara lokal.
Pabrik yang sedang dibangun di kawasan industri tersebut diproyeksikan akan menjadi fasilitas produksi utama bagi BYD di Asia Tenggara.
Proses pembangunan yang hampir rampung ini menggambarkan komitmen perusahaan untuk memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia dan mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air.
Baca Juga: Hadirkan Solusi Hunian Terjangkau : BTN Rangkul Mahasiswa dan Wirausaha Muda
Keberadaan pabrik ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan, yang menjadi prioritas dalam mencapai target pengurangan emisi karbon.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan perkembangan terbaru yang sangat dinantikan. Dalam acara Pembukaan Rapimnas Kadin, ia menyatakan bahwa progres fisik pembangunan fasilitas produksi BYD telah mencapai 90 persen.
"Beberapa pabrik sudah komit untuk dibangun. BYD sudah 90 persen, investasinya Rp 11,2 triliun," tutur Airlangga Hartarto, seperti yang dikutip dari kanal YouTube Kadin Indonesia, Kamis (04/11).
Baca Juga: Ustadz Evie Effendi Terseret Kasus KDRT, Begini Kronologi nya
Kabar ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional. Berdirinya pabrik di Subang Smartpolitan, Jawa Barat ini diharapkan tidak hanya memenuhi permintaan pasar yang tinggi, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Fasilitas produksi ini dirancang untuk memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, sebuah angka yang substansial untuk mendukung transisi energi di Indonesia
Target Produksi Awal 2026
Pihak BYD sendiri kini sedang menyelesaikan tahap akhir persiapan. Luther T. Panjaitan, Head of Public and Government Relation BYD Motor Indonesia, mengungkapkan bahwa koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Kementerian Perindustrian (Kemenperin), terus dimatangkan.
"Sementara ini kita sudah masuk tahap akhir, karena kita sudah dapat audit dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)," jelas Luther di GJAW 2025.
Baca Juga: PREDIKSI Skor Persib vs Borneo FC di Super League: Susunan Pemain, dan Head to Head Cukup Ketat