FPN Dukung Penuh Desakan Syuriyah: Gelombang Pembenahan Internal NU Harus Dimulai

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Minggu, 23 November 2025 | 21:03 WIB

Journalnusantara.com, Jakarta – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencapai titik krusial setelah Dewan Syuriyah PBNU dikabarkan meminta Ketua Umum untuk mempertimbangkan pengunduran diri dalam waktu tiga hari.

Menanggapi situasi ini, Front Persatuan Nahdliyyin (FPN) menyatakan dukungan penuhnya, menilai langkah Syuriyah sebagai sinyal tegas bahwa pembenahan internal organisasi sudah tidak dapat ditunda lagi.

Koordinator Nasional FPN, Dzulfahmi, menegaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh Syuriyah—sebagai penjaga nilai tertinggi dalam organisasi—adalah tindakan yang didasari pada pertimbangan kemaslahatan organisasi, bukan motif politik.

"Ketika penjaga nilai tertinggi di PBNU sudah bersuara, itu berarti Nahdlatul Ulama berada di titik yang membutuhkan keberanian moral. Keputusan Syuriyah harus kita dukung sepenuhnya demi masa depan organisasi," ujar Dzulfahmi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Sorotan FPN terhadap Catatan Kritis PBNU

FPN menyoroti kondisi PBNU belakangan ini yang dinilai memiliki sejumlah catatan yang berpotensi membebani citra dan integritas organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Dzulfahmi menyampaikan setidaknya dua poin utama yang menjadi sumber kekhawatiran publik:

Pertama, Dzulfahmi menyoroti sikap PBNU yang dinilai tidak tegas dalam menyikapi konflik internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di mana banyak kader NU yang terlibat di dalamnya.

"Jika di internal warganya sendiri organisasi tidak bisa hadir memberi arah dan solusi, hal itu memunculkan pertanyaan tentang kapasitas PBNU dalam mengawal isu-isu strategis lainnya yang lebih luas," tegasnya.

Kedua, adalah respons PBNU yang dianggap kurang transparan dan tidak cukup tegas dalam merespons perkara hukum yang menjerat pihak keluarga dekat Ketua Umum PBNU. Meskipun kasus tersebut bersifat personal dan tidak terkait langsung dengan organisasi, publik tetap mengaitkannya dengan marwah PBNU.

"Seharusnya PBNU bisa mengambil jarak dan menunjukkan sikap yang jelas agar marwah organisasi tidak ikut terbawa dalam persoalan personal," kata Dzulfahmi.

Momentum Koreksi Menyeluruh Organisasi

Dzulfahmi memandang langkah Dewan Syuriyah PBNU ini bukan sekadar keputusan administratif, melainkan sebuah bentuk keberanian moral yang patut diapresiasi. Menurutnya, ini adalah alarm keras bahwa NU memerlukan koreksi dan pembenahan yang bersifat menyeluruh.

"Ini adalah alarm keras bahwa NU membutuhkan pembenahan menyeluruh. Dan Syuriyah telah mengambil langkah pertama yang paling berat, yaitu meminta pertimbangan pengunduran diri," ujarnya.

FPN meyakini keputusan Syuriyah tersebut dapat menjadi pintu masuk penting bagi konsolidasi, penataan ulang tata kelola, serta pemulihan marwah organisasi. Tujuannya agar PBNU kembali menjadi rujukan moral utama bagi umat.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Mutiara Pagi: Myze (Bagian 2036)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X