(Buat Ananda: dr. Nurul Izzah, M.Sc. & Iptu Andi M. Nurfadli, M.Sc.)
Di bawah lampu yang mulai temaram
Myze berdiri dalam diam
Pagi ini, akan menjadi saksi
Bagi janji suci, yang hendak kalian jalani
Ada bara dalam dada,
menyala lebih purba
daripada kisah cinta
antara Majnun dan Laila
Denting rindu dalam kalbu
Kini, menembus batas waktu
yang tak pernah kalian duga
menggaung jauh melebihi cinta
Laksana rindu Adam dan Hawa
ketika diturunkan dari surga
Tak mampu dirangkai oleh Yusuf dan Zulaikha
ketika cinta membara di dalam dada
Datang berlari, pergi pun berlari
Seperti ombak di telapak kaki
Menghapus jejak, menorehkan rindu
dengan berkali-kali datang menyapu
Anakku!
Begitulah setiap denyut kehidupan
Tak pernah sepi dari cinta dan kerinduan
Namun bila resah kadang ikut
Menguji kesetian jangan pernah surut
Sumenep, 22 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
PKB Semprot Eksekutif Cianjur: Anggaran Pesantren "Hilang" di RAPBD 2026
Kontribusi Pesantren untuk Pembangunan Daerah
Cianjur, Episentrum Tradisi Santri dan Pembangunan Lokal
Mengurai Kompleksitas Bantuan Pemda untuk Pondok Pesantren
Konsekuensi Tragis APBD yang Mengabaikan Sektor Pesantren
Mutiara Pagi: Jeda Kehidupan (Bagian 2034)
Mutiara Pagi: Arema Kehilangan Ibu (Bagian 2035)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Strategi Efektif Mengatasi Kecanduan Gawai pada Anak (Bagian 14)
Mahasiswa PPL STAI Al-Azhary Cianjur Gelar Seminar Penguatan Karakter Islami di SMAN 1 Karangtengah
BEM PTNU Komitmen Kawal Implementasi KUHAP Baru, Dorong Keadilan Progresif dan Peran Aktif Mahasiswa