Mahasiswa PPL STAI Al-Azhary Cianjur Gelar Seminar Penguatan Karakter Islami di SMAN 1 Karangtengah

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Sabtu, 22 November 2025 | 05:55 WIB
PPL mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur di SMAN 1 Karangtengah
PPL mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur di SMAN 1 Karangtengah

 

Journalnusantara.com, Cianjur - Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhary Cianjur sukses menyelenggarakan seminar bertema “Penguatan Karakter Islami dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Era Digital”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 21 November 2025, mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, dan diikuti oleh siswa/siswi dari berbagai tingkat kelas di SMAN 1 Karangtengah. Seminar ini merupakan bagian integral dari program PPL yang bertujuan memberikan kontribusi akademik dan sosial melalui penguatan nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah.

Ketua Kelompok PPL, Wisnu Mubarok, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan pendidikan yang kian meningkat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Era digital membuka peluang yang luas, namun di saat yang sama juga menghadirkan risiko. Penguatan karakter Islami sangat diperlukan agar siswa memiliki dasar moral dan kedisiplinan dalam memanfaatkan teknologi,” ujar Wisnu. Ia menambahkan harapannya agar kegiatan ini memberikan dampak positif dalam upaya peningkatan kedisiplinan siswa di SMAN 1 Karangtengah.

Kepala SMAN 1 Karangtengah, Dr. H. Wawan Ridwan, S.Pd, M.H, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi dalam sambutannya. Beliau mengakui bahwa pembinaan karakter merupakan salah satu tantangan terbesar di sekolah.

“Kehadiran mahasiswa PPL dan seminar edukatif ini memberikan angin segar, khususnya dalam memberikan perspektif baru kepada siswa kami,” tuturnya. Beliau berharap kegiatan bertajuk penguatan karakter Islami ini dapat turut memperkuat program sekolah, terutama dalam aspek peningkatan kedisiplinan.

Dr. Wati Irnawati, S.T., M.Pd., yang bertindak sebagai Dosen Pembina Lapangan (DPL) sekaligus pemateri, menyoroti peran sentral akhlak Islami sebagai fondasi pembentukan karakter di tengah derasnya arus informasi digital.

“Pembiasaan akhlak yang baik akan melahirkan kedisiplinan. Siswa perlu memiliki filter moral agar mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang merugikan,” ungkapnya. Ia memperluas definisi kedisiplinan, bukan hanya sekadar menaati aturan sekolah, tetapi juga bagaimana siswa mampu mengelola waktu, memilih aktivitas digital yang produktif, dan bertanggung jawab atas jejak digital mereka.

Para siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti seminar ini. Acara ditutup dengan harapan agar kolaborasi antara STAI Al-Azhary Cianjur dan SMAN 1 Karangtengah dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan pendidikan lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X