Bersabar atau diam
Dapat memantulkan ketenteraman
Adalah cara hati berdoa
Tanpa kata, tanpa suara
Ibarat rembulan malam
Tak kehabisan cahaya
Tetap tenang dalam kelam
Meski langit berubah rupa
Ada kekuatan yang tak terlihat
Lebih bijak dari seribu kata
Di dalamnya banyak menuai manfaat
Meski lewat tindakan sederhana
Ketika hening merengkuh
Hati belajar menerima
Bahwa setiap luka yang menyentuh
Membawa hikmah yang mematangkan jiwa
Kadang jalan terasa sunyi
Namun tekad tetap setia menjaga
Menguatkan niat dan langkah kaki
Agar tidak runtuh oleh dunia
Ketika pagi datang perlahan
Cahaya kembali membuka makna
Bahwa ketenangan yang diperjuangkan
Mengantarkan hidup pada bahagia
Malang, 20 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Seni Adu Penalti, Menguasai Tendangan dan Menaklukkan Mentalitas Lawan
Transformasi Kepahlawanan, Ansor Jabar Gaungkan Nilai Toleransi Gus Dur dan Syaikhona Kholil di Era Digital
Konservasi di Jantung Kota, Menjelajahi Bandung Zoo
Transformasi UMKM, Kunci Utama Menggerakkan Ekonomi Inklusif Menuju Pasar Global
PLTS Terapung Cirata, Kebanggaan Asia Tenggara dalam Transisi Energi
Mutiara Pagi: Kebermanfaatan (Bagian 2033)
PKB Semprot Eksekutif Cianjur: Anggaran Pesantren "Hilang" di RAPBD 2026
Kontribusi Pesantren untuk Pembangunan Daerah
Cianjur, Episentrum Tradisi Santri dan Pembangunan Lokal
Mengurai Kompleksitas Bantuan Pemda untuk Pondok Pesantren