Journalnusantara.com, Cianjur – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Cianjur melayangkan interupsi keras dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 yang digelar di Gedung DPRD Cianjur, Kamis (13/11/2025).
Interupsi tersebut dipicu kekecewaan Fraksi PKB terhadap jawaban eksekutif yang dinilai tidak menyentuh substansi, terutama terkait hilangnya alokasi anggaran untuk pesantren, padahal program ini merupakan bagian dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.
Ketua Fraksi PKB, Fuad Faizal, menyatakan bahwa jawaban yang diberikan oleh eksekutif hanya bersifat formalitas dan tidak memberikan kepastian yang ditunggu masyarakat.
"Kami kecewa karena jawabannya selalu sama, terima kasih atas pandangan fraksi, nanti dibahas di anggaran. Padahal masyarakat menunggu kejelasan," kata Fuad, Senin (17/11/2025).
Menurut Fuad, pandangan fraksi disusun berdasarkan aspirasi warga yang ingin mendengar komitmen langsung pemerintah daerah di ruang paripurna.
Dia menilai penting bagi DPRD untuk mendapatkan kepastian program prioritas kepala daerah sebelum dibawa ke pembahasan teknis.
PKB secara khusus menyoroti janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Cianjur terkait penguatan pesantren dan madrasah.
"Janji kampanye soal pesantren hilang di RAPBD. Minimal disebutkan jumlah pesantren yang diakomodir. Tapi tidak dijawab," tegasnya.
Meskipun melayangkan protes keras, PKB menyatakan tidak akan mengulur waktu paripurna. Pembahasan teknis anggaran akan dilanjutkan ke Badan Anggaran (Banggar).
Fraksi PKB telah menugaskan dua kadernya, Azis Muslim dan Dede Badri, untuk mengawal isu anggaran pesantren ini secara ketat di Banggar.
"Tetap akan kami perjuangkan di Banggar, tapi masyarakat berhak tahu garis besarnya di paripurna," ujar Fuad.
Lebih jauh dirinya menutup pernyataannya dengan mengingatkan kembali komitmen pemimpin daerah.
"Kami mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati soal visi-misi yang mereka kampanyekan seharusnya menjadi pegangan," pungkas Fuad.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Cinta Sebutir Mutiara (Bagian 2032)
Menguasai Lapangan, Tiga Pilar Teknik Dasar Permainan Sepak Bola
Menelisik Perbedaan Mendasar Sepak Bola, Futsal, dan Mini Soccer
Perjalanan Menuju Puncak, Struktur Kompetisi Piala Dunia dari Grup ke Final
Seni Adu Penalti, Menguasai Tendangan dan Menaklukkan Mentalitas Lawan
Transformasi Kepahlawanan, Ansor Jabar Gaungkan Nilai Toleransi Gus Dur dan Syaikhona Kholil di Era Digital
Konservasi di Jantung Kota, Menjelajahi Bandung Zoo
Transformasi UMKM, Kunci Utama Menggerakkan Ekonomi Inklusif Menuju Pasar Global
PLTS Terapung Cirata, Kebanggaan Asia Tenggara dalam Transisi Energi
Mutiara Pagi: Kebermanfaatan (Bagian 2033)