(Selamat jalan Ibu Hj. Hanik Andriani)
Seolah langit mengerti,
memberi ruang saat kau pergi
Seperti merpati putih,
kembali ke sarangnya dengan cinta kasih
Kepergianmu bukan duka semata
melainkan ayat terakhir sebuah kisah
memberi senyum pada Bumi Arema
tentang indahnya perjuangan yang tak kenal lelah
Dan kini, senyum itu,
telah kembali kepada pemiliknya
Seolah-olah hendak bercerita:
bahwa cinta adalah tamu,
yang datang membawa cahaya,
lalu duka datang memberi tahu,
bahwa semua akan kembali ke pangkuan-Nya
Namun, ibarat matahari tenggelam
Senyum itu takkan pernah padam
Karena kami yakin
hanya untuk terbit di ufuk lain
Arema kehilangan seorang ibu,
namanya tertulis di dalam kalbu
Semoga Yang Maha Pencipta
memberi keindahan bagi jalan terakhirnya
Malang, 21 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Transformasi Kepahlawanan, Ansor Jabar Gaungkan Nilai Toleransi Gus Dur dan Syaikhona Kholil di Era Digital
Konservasi di Jantung Kota, Menjelajahi Bandung Zoo
Transformasi UMKM, Kunci Utama Menggerakkan Ekonomi Inklusif Menuju Pasar Global
PLTS Terapung Cirata, Kebanggaan Asia Tenggara dalam Transisi Energi
Mutiara Pagi: Kebermanfaatan (Bagian 2033)
PKB Semprot Eksekutif Cianjur: Anggaran Pesantren "Hilang" di RAPBD 2026
Kontribusi Pesantren untuk Pembangunan Daerah
Cianjur, Episentrum Tradisi Santri dan Pembangunan Lokal
Mengurai Kompleksitas Bantuan Pemda untuk Pondok Pesantren
Mutiara Pagi: Jeda Kehidupan (Bagian 2034)