Hari Kartini, Menjadi Perempuan Hebat Tanpa Kehilangan Akhlak

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 23 April 2025 | 14:00 WIB
Kisah RA Kartini yang menentang Poligami (Instagram rakartini1879)
Kisah RA Kartini yang menentang Poligami (Instagram rakartini1879)

Perempuan hebat adalah yang tetap bijak meski disorot publik, yang tetap menjaga meski dilihat ribuan mata—karena ia yakin Allah selalu melihatnya.

“Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. Al-‘Alaq: 14)

3. Menjadi Kartini Masa Kini: Cerdas, Tangguh, Namun Tetap Bermaruah

Kartini bukan sekadar nama dalam sejarah, ia adalah nyala yang menembus gelap malam patriarki cahaya yang menuntun perempuan menemukan makna dirinya.

Namun, di balik semangat emansipasi itu, adakah kita tetap menggenggam akhlak?

Zaman kini lebih bising, cepat, dan terbuka. Tapi di sanalah letak ujian terbesar: Bagaimana menjadi cerdas tanpa congkak, tangguh tanpa kehilangan maruah, bebas tanpa mengabaikan adab.

Rasulullah SAW bersabda: “Aku tidak pernah melihat makhluk yang lebih mampu mempengaruhi hati laki-laki bijak dibandingkan salah satu dari kalian (perempuan).” (HR. Bukhari)

Ini bukan pelecehan, melainkan pengingat akan kekuatan besar perempuan yang harus dibingkai dengan akhlak agar tak menjadi bumerang.

Perempuan yang hebat di hadapan Allah bukanlah yang lantang di depan kamera, tapi yang diam-diam memperbaiki keluarganya, mendidik anak-anaknya, menanamkan nilai, dan mendoakan negeri ini dalam sujudnya.

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
“Wanita terbaik adalah yang ketika engkau tidak di sisinya, ia menjaga kehormatan dirinya dan hartamu. Dan ketika engkau bersamanya, ia menawanmu dengan tutur dan akhlaknya.”

Kecantikan bukan hanya pada rias wajah, tapi pada senyum yang menyejukkan.
Kecerdasan bukan hanya pada gelar, tetapi pada kemampuan memahami: kapan harus bicara, kapan harus diam, dan kapan harus mendoakan.

4. Jejak Para Muslimah Mulia: Teladan Akhlak yang Abadi

Sepanjang sejarah Islam, banyak perempuan menjadi teladan, seperti bintang-bintang yang bersinar, menerangi langit kehidupan.

Siti Khadijah RA bukan hanya wanita kaya, tapi juga penuh pengorbanan. Saat Rasulullah SAW menerima wahyu pertama, ia yang menenangkan, mendukung, dan meyakinkan.

Siti Aisyah RA adalah sumber ilmu, ahli hadis, dan tokoh intelektual yang tetap menjaga akhlaknya meski hidup di tengah gejolak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X