Makna Hari Kartini di Era Modern

photo author
Fauji Rohmat, Journal Nusantara
- Senin, 21 April 2025 | 21:28 WIB
Foto Siti Ajijah Mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur/ Aktivis Pergerakan
Foto Siti Ajijah Mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur/ Aktivis Pergerakan

Journalnusantara.com, Cianjur - Hari Kartini bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momen penting untuk merefleksikan kembali perjuangan panjang perempuan Indonesia dalam meraih kemerdekaan berpikir, berkarya, dan berkontribusi di ruang-ruang publik.

Lebih dari seabad lalu, R.A. Kartini telah membuka jalan bagi emansipasi perempuan melalui pemikirannya yang revolusioner tentang pendidikan, kebebasan, dan kesetaraan gender, nilai-nilai yang masih relevan hingga hari ini.

Di era modern yang serba digital dan cepat berubah, makna perjuangan Kartini tidak berhenti pada akses pendidikan dan kesetaraan hukum semata. Perempuan Indonesia kini dihadapkan pada tantangan baru: bias gender di dunia kerja, beban ganda dalam keluarga, serta tekanan sosial media yang kerap menstandarisasi peran dan citra perempuan.

Maka, Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan adalah proses yang terus berjalan—melawan stereotip, diskriminasi, dan ketimpangan akses di berbagai bidang.

Kartini mengajarkan bahwa kesetaraan bukanlah pertentangan antara laki-laki dan perempuan, melainkan kerja sama untuk menciptakan ruang yang adil bagi semua.

Semangatnya adalah semangat perubahan melalui pendidikan, keberanian menyuarakan ide, dan keyakinan bahwa perempuan memiliki hak untuk bermimpi dan menentukan jalan hidupnya sendiri.

Merayakan Hari Kartini hari ini berarti menghargai setiap perempuan yang berani mengambil peran, berani menjadi dirinya sendiri, dan berani berjuang di tengah keterbatasan.

Baik sebagai pemimpin, ibu rumah tangga, pelajar, seniman, tenaga kesehatan, aktivis, maupun pengusaha—setiap langkah perempuan Indonesia adalah bagian dari warisan Kartini yang hidup.

Harapan saya, semangat Kartini terus tumbuh dalam diri generasi muda, khususnya generasi perempuan agar mereka semakin percaya diri, bebas berkarya, berani bersuara, dan mampu mengambil peran yang setara di semua lini kehidupan. Karena ketika perempuan diberdayakan, bangsa pun ikut bergerak maju.

Oleh: Siti Ajijah

Mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur /  Aktivis Perempuan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fauji Rohmat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X