Walaupun pendayungnya seribu
Tapi nakhodanya tak tahu arah
Maka sia-sialah perahu itu
Akan banyak menghadapi masalah
Dalam budaya Bugis
Ada pepatah penuh makna filosofis:
"Nasaba' paddo'na isseng,
polei paddi'na banyak,
de'na isseng nakodana,
tette'na ianjo de'na kutetteaki."
(Walau pendayungnya banyak,
tapi kalau nakhodanya bodoh,
pantang aku ikut di dalamnya)
Pepatah itu menggambarkan
Tentang pentingnya kecakapan
Serta kepiawaian seorang nakhoda
Dalam menggapai tujuan yang ada
Jika tak bisa, tak perlu dipaksa
Sebab perahu bisa tenggelam
Jika tak mampu, istirahat saja
Sebab perahu bisa karam
Nakhoda yang hebat
Tak butuh banyak alasan
Ketika perahu mulai tersesat
Mengakuinya dengan kejujuran
Malang, 22 April 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Ketua RW 17 Gading Asri Desa Bojong, Een Suhendi Berkomitmen Lakukan Perubahan ke Arah yang Lebih Baik
Tanpa Waspada Saat Putar Balik, Pemuda Jatuhkan Diri Demi Selamatkan Pengendara Lain yang Lalai
Mutiara Pagi: Jihad dengan Tinta (Bagian 1817)
Pemdes dan Patriot Desa Murnisari Gencarkan Gerakan JUMSIH: Wujudkan Lingkungan Bersih dan Bebas Sampah
Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia: Pemain Utama di Industri Minyak Kelapa Sawit
Membangun Kesadaran Literasi Digital di Era Informasi
Perkembangan Dunia Digital di Indonesia, Antara Tantangan dan Peluang
Menjaga Nyala Kartini di Tengah Bayang Patriarki
Makna Hari Kartini di Era Modern
Dukung Ketahanan Pangan, GP Ansor dan BUMA Cianjur Salurkan 60.000 Benih Ikan