Journalnusantara com, Cianjur - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Karangtengah Cianjur menggelar Rapat Koordinasi (RAKOR) eksklusif yang dihadiri oleh berbagai Pengurus Harian di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Maleber.
Rapat ini bertujuan untuk memperkuat ideologi dan meningkatkan kinerja organisasi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PAC GP Ansor Karangtengah, Ridwansah, menegaskan pentingnya aktualisasi tema 'Ideologi Kuat, Intelektual Hebat, dan Ekonomi Sehat' dalam kepemimpinan 2024-2028.
Ridwansah mengimbau seluruh kader dan masyarakat untuk beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang mengedepankan peran pemuda dalam membela agama, bangsa, dan negara.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Bidang Sosial, M Jiad Tauhid, mengungkapkan bahwa organisasi GP Ansor harus terus mengaplikasikan jiwa toleransi dan saling bahu-membahu di masyarakat tanpa membedakan suku, ras, dan agama.
Dalam sesi lain, Wakil Ketua Majlis Dzikir Rijalu Ansor, Rudi Indrawan, berbicara mengenai pentingnya memperkuat jaringan dengan organisasi berbasis Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan kualitas dan kontribusi kepada masyarakat.
Tak ketinggalan, Wakil Ketua Bidang Media, M Iya Suryadi, menyoroti peran media sosial yang semakin penting dalam menyebarkan informasi organisasi.
Menurutnya, media sosial dapat meningkatkan visibilitas dan efisiensi komunikasi organisasi, serta memperkuat pengaruh di ranah virtual.
Dengan berbagai langkah strategis ini, GP Ansor Karangtengah berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pengembangan masyarakat dan memperjuangkan nilai-nilai sosial yang inklusif dan toleran.
Artikel Terkait
BEM PTNU DIY Soroti Efisiensi Anggaran dalam Inpres 1/2025: Kritikan Terhadap Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Bahtsul Masail LBMNU Sukabumi: Menjaga Lingkungan Hukumnya Wajib, 'Pemanfaatan Yes, Eksploitasi No'
Jejak Sejarah Cepu dengan Rel Kereta Api
Aturan Kementerian Hukum dan Perpanjangan Paspor Diaspora RI
Menyambut Bulan Suci Ramadan Dengan Hati yang Riang
Mutiara Pagi: Menuju Rida Ilahi (Bagian 1778)
Awas, Bahaya Laten Fasisme!
Diplomasi Seorang Raja
Mutiara Pagi: Kebajikan (Bagian 1779)
Gotong Royong sebagai Jembatan Pemecah Sekat Keterpisahan di Masyarakat