Ilmu tanpa kebajikan
Hanyalah pedang tanpa pegangan
Tajam, namun dapat melukai
Bagai malam, tanpa cahaya menyinari
Kebajikan adalah ruh
Yang menghidupkan ilmu
Tanpa nurani yang utuh
Ilmu pun menjadi semu
Kebajikan adalah bunga
Yang mekar di taman hati
Menebarkan sejumlah aroma
Kasih sayang dan kemurahan hati
Kelopaknya menyentuh jiwa
Menghapus lara, meneduhkan rasa
Mewangi dalam setiap kata
Menghidupkan cinta tanpa prasangka
Tumbuh di tanah keikhlasan
Berakar kuat dalam ketulusan
Disiram oleh embun kejujuran
Dipelihara dengan kesabaran
Kebajikan takkan layu
Meski badai datang menderu
Ia tumbuh dalam sanubari
Dalam hati yang penuh harmoni
Stbd, 22 Februari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Nakhoda (Bagian 1777)
Cianjur Era Baru: CEO CDN Ucapkan Selamat kepada Bupati Wahyu dan Wakil Bupati Ramzi
BEM PTNU DIY Soroti Efisiensi Anggaran dalam Inpres 1/2025: Kritikan Terhadap Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Bahtsul Masail LBMNU Sukabumi: Menjaga Lingkungan Hukumnya Wajib, 'Pemanfaatan Yes, Eksploitasi No'
Jejak Sejarah Cepu dengan Rel Kereta Api
Aturan Kementerian Hukum dan Perpanjangan Paspor Diaspora RI
Menyambut Bulan Suci Ramadan Dengan Hati yang Riang
Mutiara Pagi: Menuju Rida Ilahi (Bagian 1778)
Awas, Bahaya Laten Fasisme!
Diplomasi Seorang Raja