Prinsip ini sangat penting di era globalisasi dan informasi yang pesat saat ini, di mana mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan, baik dalam konteks akademis, sosial, maupun politik.
5. Mengintegrasikan Semangat Kepahlawanan Sultan Alauddin dalam Misi UIN Alauddin Makassar
UIN Alauddin Makassar memiliki misi untuk menjadi universitas yang unggul dalam pendidikan Islam dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Semangat kepahlawanan Sultan Alauddin dapat menjadi dasar dalam mencapai misi ini. Keberaniannya dalam mempertahankan nilai-nilai luhur dan identitas bangsa bisa diterapkan dalam visi UIN Alauddin untuk mengembangkan riset-riset yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan masyarakat, sekaligus menjaga identitas dan nilai-nilai Islam yang moderat seperti yang diutarakan Menteri Agama RI Prof Dr.KH.Nasaruddin Umar,MA dalam orasi sambutannya pada puncak peringatan Dies Natalis UIN Alauddin yang ke-59.
Lebih lanjut Menteri Agama RI yang juga merupakan alumni Fakultas syariah IAIN Alauddin memaparkan bahwa dalam memperingati Dies Natalis yang ke-59, UIN Alauddin Makassar dapat menguatkan dosen-dosen untuk meningkatkan SDM melalui riset-riset yang merangsang otak kanan untuk terus memproduksi nilai-nilai pemikiran yang konstruktif kedepan sekaligus menguatkan tekad untuk mencetak lulusan yang berdaya saing global namun tetap memiliki prinsip dan moral yang kuat.
Karena itu Menteri Agama RI berharap agar para dosen tidak hanya mengajar saja, tapi juga harus juga banyak belajar. Karena gergaji jika tidak pernah diasah tidak akan produktif. Ini masa depan yang akan kita lewati. Karena kita harus menjemput masa depan sebelum masa depan itu datang
Hal ini tentu sejalan dengan prinsip dan kepribadian Sultan Alauddin yang memiliki wawasan luas dan terbuka dalam berdagang dan berinteraksi dengan bangsa lain namun tetap menjaga nilai-nilai keagamaan dan nasionalisme.
Kesimpulan
Peringatan Hari Pahlawan Nasional dan Dies Natalis UIN Alauddin Makassar ke-59 bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum reflektif untuk meneladani semangat kepahlawanan Sultan Alauddin.
Semangat kepahlawanan yang ia tunjukkan dalam mempertahankan kemerdekaan, memperjuangkan nilai-nilai Islam, dan mengedepankan kesejahteraan rakyat adalah fondasi penting bagi Indonesia modern yang ingin mempertahankan kedaulatan, keadilan, dan kebebasan.
Bagi UIN Alauddin, nilai-nilai ini dapat dijadikan landasan dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa. Dengan meneladani Sultan Alauddin, UIN Alauddin Makassar dapat melahirkan generasi penerus yang memiliki integritas, kecintaan pada tanah air, semangat keagamaan, dan kemampuan untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan Sultan Alauddin tidak hanya dikenang, tetapi juga diwarisi dan dilanjutkan oleh setiap mahasiswa dan akademisi yang berjuang demi kemajuan ilmu dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Rahmat bagi Seluruh Alam (Bagian 1677)
Kepahlawanan Khalid bin Walid: Inspirasi untuk Pembangunan Karakter Bangsa
Jalankan Kaderisasi Lebih Masif, PAC Pagar Nusa Karangtengah Cianjur Gelar Mapag
Kemenangan Trump dan Harapan Komunitas Muslim Amerika
Nji Anah Zangeres-Dichteres di Tjiandjoer
Siasat Raden Wijaya Tumbangkan Lawan
Mutiara Pagi: Kesederhanaan (Bagian 1.678) Mengenang Raden Soedirman
Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1
Nasi Goreng Kambing Solo
Kau Akan Menemukan-Ku Ketika Aku Berikan Petunjuk