Ia adalah semesta cinta
Tercurah dari langit
Kasih sayang Sang Pencipta
Agar hidup tak sulit
Ia cinta yang abadi
Bagi penduduk bumi
Agar setiap langkah yang dijalani
Menjadi tangan Tuhan di bumi
Seperti cahaya matari
Yang selalu memberi
Menyentuh setiap daun
Laksana tetesan embun
Menyuburkan setiap harapan
Dengan sejumlah kehangatan
Untuk hidup berdampingan
Di tengah harmoni perbedaan
Sehingga cinta,
merangkul setiap sisi kehidupan
Sehingga jiwa,
menemukan rumah ketenangan
Sebagaimana malam dan siang
Silih berganti kembali datang
Di balik cakrawala membentang luas
Datang pagi menggantikan malam
Niat baik di dada jangan pernah lepas
Agar rahmat Tuhan tak pernah padam
Malang, 11 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
MKKS Jabar Gelar Pertemuan, Bahas Soliditas dan Kondusifitas
Pilpres Amerika dan Perbedaan Ijtihad politik Komunitas Muslim
Sophie Kirana, Miss International Indonesia 2024 Wearing Ratu Karo
Mutiara Pagi: Dari Soekarno-Hatta (Bagian 1676)
Tawaduk Thinking
MDS RA Karangtengah: Pentingnya Mengetahui dan Menerapkan Siyasah Politik Kebangsaan
Mutiara Pagi: Setiap 10 November Tiba (Bagian 1676)
Segala Sesuatu di Alam Semesta Ada di Dalam Dirimu, Tanyakan Pada Dirimu Sendiri
Perjalananku ke Mekkah
Menanti Konsep dan Skema Kerja Budiman Sudjatmiko dalam Mengentaskan Kemiskinan