Setibanya di Soekarno-Hatta
Teringat Jembatan Merah
Bagaimana para Kusuma Bangsa
Berjuang tak kenal lelah
Hari itu 9 November
Bagai ombak menderu liar
Ultimatum agar senjata diserahkan
Sambil mengangkat kedua tangan
Semuanya dilawan penuh keberanian
Mereka melawan tanpa gentar
Dengan semangat tak pernah pudar
Harga diri bukan sekadar kata
Tapi mengakar di dalam jiwa
Selalu tegak berdiri
Saat badai datang menguji
Setiap detik nafas perlawanan
Ada detak sampai darah penghabisan
Demi bangsa dan harga diri
Tak ada pilihan, merdeka atau mati
Ada gelora yang tak kasat mata
Selalu berkobar tanpa suara
Jiwa ksatria para Kusuma Bangsa
Untuk membela negeri tercinta
Jembatan merah saksi bisu
Tentang keberanian masa lalu
Meski terlihat diam terpaku
Menyimpan kisah mengharu biru
Jakarta, 9 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
AGPAI 'Timbun' Uang Ratusan Juta Hasil Pungli?
Pertolongan dan Perlindungan Allah
Kemenangan Presiden AS Donald Trump Adalah Pelajaran untuk Demokrat
Bangsa yang Lapar
Tjiandjoer dalam Logo Hindia Belanda (Loh Djinawi-Sugih Mukti)
Tjiandjoer dan Thariqoh Tijaniyah
Mutiara Pagi: Dari Teluk Tokyo (Bagian 1675)
Yuhu, Kereta Api BIAS Kini sampai Madiun Lho!
MKKS Jabar Gelar Pertemuan, Bahas Soliditas dan Kondusifitas
Pilpres Amerika dan Perbedaan Ijtihad politik Komunitas Muslim