Setiap 10 November tiba
Ada warisan yang tak terlupa
Tanah, laut, dan udara
Yang telah mereka bela
Hari ini kita mengenang
Mereka yang gugur di medan perang
Marilah kita panjatkan doa
Semoga Tuhan meridoinya
Di bawah langit yang cerah
Di jantung kota Surabaya
Dalam kobaran api dan darah
Keberanian terus menyala
Meski bertubi-tubi dentuman meriam
Perlawanan tak pernah padam
Mulai pagi sampai malam
Tak surut meski maut mengancam
Pertempuran pun bergemuruh
Antara hidup atau mati terbunuh
Di tengah panas terik matahari
Mereka tetap tegak berdiri
Mereka anak-anak muda
Kaum perempuan dan rakyat biasa
Rela mengorbankan segalanya
Bahkan nyawa sebagai taruhannya
Malang, 10 November 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Tjiandjoer dalam Logo Hindia Belanda (Loh Djinawi-Sugih Mukti)
Tjiandjoer dan Thariqoh Tijaniyah
Mutiara Pagi: Dari Teluk Tokyo (Bagian 1675)
Yuhu, Kereta Api BIAS Kini sampai Madiun Lho!
MKKS Jabar Gelar Pertemuan, Bahas Soliditas dan Kondusifitas
Pilpres Amerika dan Perbedaan Ijtihad politik Komunitas Muslim
Sophie Kirana, Miss International Indonesia 2024 Wearing Ratu Karo
Mutiara Pagi: Dari Soekarno-Hatta (Bagian 1676)
Tawaduk Thinking
MDS RA Karangtengah: Pentingnya Mengetahui dan Menerapkan Siyasah Politik Kebangsaan