Dalam buku "Pangalengan Tanah Pakidoelan Bandoeng" di tulis langsung oleh Nji Anah sebagai penyair "zangeres" atau penyanyi perempuan (Dichteres) dikaloearken koe Mochamad Enoch selaku Directeur Regentschapswerken Bandoeng dan di boeboeka koe Boepati Bandoeng Wiranatakoesoema.
"Boemi langit saeusina kabeh, djadikaahengan sipat Gaib noe Kagoeangan. Eusina ieu boekoe, ngagambarkeun sabagian noe Aja di wewenkon Kaboepaten,nja etaPakidoelan tanah Bandoeng. Direnga koe basa koe tjarita katoet Roepa, djadi gambar Noe oeninga.
Moal heunte, ieu boekoe djadi aes toendoeh djalan sipat sipat noe goembira, langlang boewana nandang soeka birahma sepanjan gelar, paribasa
"Hiroep Ma'Moer pandjang oemoer"
Tantoe miloe njaksi kana kadjembaran Goesti Na Noe Agoeng, Moerba ing sadjagat kabeh.
Dalam bukunya Nji anah Selain Dangdanggoela, asmaradana, sinom, dan kinanti, Nji anah juga menulis pangkoer, Tembang pangkur merupakan salah satu bagian dari tembang macapat yang bersastra Jawa. Pangkur berasal dari kata "mungkur" yang berarti mundur, menjauhkan diri, atau pergi.
Tembang pangkur sering digunakan untuk menyampaikan nasihat atau pitutur dengan kasih sayang. Nasihat tersirat dalam tembang pangkur menggambarkan kehidupan yang menjauhi angkara murka dan hawa nafsu.
Dhandhanggula sendiri adalah tembang macapat dalam bahasa Jawa yang menggambarkan harapan, cita-cita, dan perjalanan hidup manusia. Kata dhandhanggula berasal dari dua kata, yaitu "gegadhangan" yang berarti harapan atau cita-cita, dan "gula" yang berarti manis, indah, atau menyenangkan.
Tembang dhandhanggula memiliki makna bahwa sepasang kekasih akan meraih kebahagiaan setelah melewati suka duka bersama-sama dan mencapai cita-cita. Tembang ini juga mengajarkan untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan. Dan kata kinanthi sendiri diambil dari bahasa Jawa kanthi yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya adalah tuntunan atau bimbingan.
Dalam buku wawasan tembang sunda karya Raden Ace Hasan Su'eb dijelaskan perkembangan tembang sunda setelah 1920 sampai1926 tembang sunda telah menyebar keseluruh jawa barat(tatar sunda) namun, masih dalam jumlah terbatas.
Pengemar maupun senimannya tetap masih dikalangan ningrat(menak, priyayi). digelar di tempat tempat spt pendopo dan rumah-rumah pejabat (kabupaten, kewedanaan, kecamatan), tetapi sangat jarang di gelar di tingkat kelurahan.
Tahun 1926 Wanoja Swara(panembang wanita) mulai dikenal seperti ibu Imong, ibu Resna, ibu Masitoh, ibu Mimin Ibu Nyimas, ibu Saodah, ibu Hj Rokayah, ibu Emeh Salamah, ibu Merry, ibuTuhmaya, ibu Isih. pada masa itu sering kali diadakan konkurs atau seleksi (perlombaan) di gedung " yaabeurs Bandung yang pada waktu itu seingat penulis(Raden Su'eb) juaranya juragan Ucen alias Husen dari Rancabango Tarogong. (Wawasan tembang sunda-hal 60 )
Ditempat terpisah
mengutif tulisan kang Atep Kurnia dalam
https://bandungbergerak.id/article/detail/14740/biografi-mochamad-enoch-10-sportpark-tegallega-vorl-dan-museum-parahiangan
"paling tidak saya mendapatkan keterangan awal VORL dari tulisan “Vereeniging van Oostersche Radio Luisteraars” (Sipatahoenan, 25 Mei 1935). Pada awal tulisan, kita bisa mengetahui bahwa saat itu bumiputra di Bandung sedang menggandrungi radio, sebab bisa menjadi sumber pengetahuan.
Saat itu disebutkan VORL sudah didirikan agak lama, tapi tidak begitu berkembang, karena anggotanya baru sedikit. Pengurusnya bertambah dengan Apandi Widaprawira dan R. Roekman.
Artikel Terkait
Sophie Kirana, Miss International Indonesia 2024 Wearing Ratu Karo
MDS RA Karangtengah: Pentingnya Mengetahui dan Menerapkan Siyasah Politik Kebangsaan
Mutiara Pagi: Setiap 10 November Tiba (Bagian 1676)
Segala Sesuatu di Alam Semesta Ada di Dalam Dirimu, Tanyakan Pada Dirimu Sendiri
Perjalananku ke Mekkah
Menanti Konsep dan Skema Kerja Budiman Sudjatmiko dalam Mengentaskan Kemiskinan
Mutiara Pagi: Rahmat bagi Seluruh Alam (Bagian 1677)
Kepahlawanan Khalid bin Walid: Inspirasi untuk Pembangunan Karakter Bangsa
Jalankan Kaderisasi Lebih Masif, PAC Pagar Nusa Karangtengah Cianjur Gelar Mapag
Kemenangan Trump dan Harapan Komunitas Muslim Amerika