Empat, mengingatkan bahwa bangsa Indonesia telah sepakat untuk mengambil demokrasi sebagai sistim kehidupan berbangsa dan bernegara. Karenanya diharapkan agar rakyat kembali menjadi pemegang kekuasaan tertinggi. Dan jangan alergi kritikan karena kritikan itu adalah bagian dari esensi demokrasi. Terlebih lagi jangan smapai menjadikan kritikan sebagai musuh dan cenderung dimusnahkan, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Ingat, kritikan dalam alam demokrasi adalah “shield” (benteng) dari ragam tendensi penyelewengan.
Lima, penyakit terkronis bangsa Indonesia saat ini adalah mental dan prilaku korup. Karena itu diharapkan agar ada kesungguhan dalam upaya penyembuhan. Satu di antaranya adalah memastikan penegakan hukum dengan tegas dan berkeadilan. Jangan tajam ke bawah dan ke lawan. Tapi tumpuh ke atas dan ke kawan. Jika perlu hukuman mati dan pemiskinan segera diperlakukan kepada pelaku korupsi.
Enam, diharapkan kiranya spirit Pancasila tetap menjadi landasan filosofis pembangunan bangsa. Salah satu yang paling mendasar adalah pentingnya keseimbangan antara nilai-nilai material fisikal dan nilai-nilai spiritual. Untuk itu, jangan lagi ada kecenderungan untuk memarjinalkan kehidupan beragama dalam tatanan pembangunan bangsa.
Tujuh, diharapkan agar konsep kehidupan beragama tidak dirusak oleh kecenderungan politis yang seringkali meresahkan. Penggunaan konsep-konsep keagamaan seperti moderasi dan/atau extremisme, toleransi dan/atau intoleransi, maupun yang lain tidak lagi digandengi oleh kepentingan-kepentingan politik. Biarkan kehidupan beragama mengalir secara alami. Biarkan hubungan antar pemeluk agama juga terjadi secara alami. Tidak perlu direkayasa dengan kecenderungan-kecenderungan politis.
Delapan, berharap agar Indonesia kembali memainkan peranan signifikannya dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Selain memang sebagai amanah Konstitusi, juga karena Indonesia memiliki kapasitas untuk itu. Indonesia negara yang besar baik secara geografis, dan juga karena jumlah penduduknya. Kekayaan dan keindahan serta keragaman alam dan budaya bangsa menjadi modal besar untuk hadir ke seluruh penjuru dunia.
Sembilan, secara khusus ada harapan besar agar Indonesia memainkan peranan yang signifikan dan nyata dalam upaya memerdekakan bangsa Palestina. Selain hal ini adalah amanah Konstitusi, juga karena Indonesia adalah negara besar yang memiliki kapasitas untuk membantu negara terjajah mendapatkan kemerdekaannya.
Sepuluh, salah satu cara terefektif untuk membantu Palestina adalah perlunya membangun kembali kekuatan dunia Islam, salah satunya dengan kembali memperkuat OKI (organisasi Kerjasama neagra-nagara Islam) agar memilki suara dan kuku di kancah internasional. Indonesia diharapkan mampu merajut kembali persatuan dan kebersamaan dunia Islam dalam menghadapi ragam tantangan keumatan masa kini.
Sebelas, mengharapkan (memohon) pemerintahan Prabowo untuk mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh revisi undang-undangan yang memungkinkan “dual citizenship” (Warga negara ganda) bagi Diaspora Indonesia. Satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa rasa cinta dan nasionalisme warga Indonesia di luar negeri, termasuk yang telah ganti warga negara, tidak kurang dari mereka yang hidup di dalam negeri. Seringkali pergantian kewarga negaraan (citizenship) terjadi karena lebih bersifat teknis semata.
Demikian beberapa harapan seorang Diaspora Indonesia di luar negeri. Saya yakin apa yang saya sampaikan di tulisan ini juga menjadi harapan banyak warga Indonesia (Diaspora) di berbagai belahan dunia. Semoga menjadi masukan yang baik dan konstruktif serta bisa membawa manfaat bagi semua masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri. InsyaAllah!
NYC, 1 Nopember 2024
* Diaspora Indonesia di Kota New York, USA.
Artikel Terkait
Jalan Menuju Surga
Keadaan Manusia dalam Menghadapi Masalah
Siapa yang Memperoleh Kebaikan Orang Lain Hendaklah Membalasnya
Sifat Takut dan Harap
Seorang Sufi Tidak Bertanya Siapa Sufi
Mutiara Pagi: Memasuki Bulan Pilkada (Bagian 1671)
US Election and US Muslim Unity
Demi Dongkrak Elektabilitas, Ridwan Kamil Temui Prabowo dan Jokowi
Pelibatan Jokowi di Pilkada 2024, Tuai Kritik dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Istana Bantah Pertemuan Presiden Prabowo dengan Jokowi di Solo Bahas Hal Khusus