JournalNusantara.com – Adanya indikasi cawe-cawe mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo dalam kontestasi Pilkada 2024, menuai banyak kritik dari politisi PDIP.
PDI Perjuangan (PDIP) menyindir sejumlah calon kepala daerah dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mencoba menarik mantan Presiden Joko Widodo masuk dalam kontestasi. Cara tersebut dinilai menunjukkan mentalitas yang lemah.
Sebelumnya, calon gubernur Jakarta Ridwan Kamil dan calon gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu dengan Jokowi. Pertemuan itu berlangsung seusai KIM menginginkan Jokowi "turun gunung". Tujuannya membantu calon kepala daerah yang diusung koalisi gemuk tersebut.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai langkah itu mempertontonkan mentalitas yang lemah. Apalagi, momen itu dilakukan saat elektabilitas dalam survei turun.
"(Saat) ketidakpercayaan publik yang makin besar, kemudian Pak RK datang ke Pak Jokowi, itu menunjukkan mentalitas kalah," ujarnya di BSD City, Tangerang Selatan, kemarin (3/11).
Situasi serupa, lanjut dia, dilakukan Luthfi di Jawa Tengah. Baginya, praktik itu seperti mengembalikan Indonesia ke Orde Baru.
Padahal, semestinya cagub tidak perlu melakukan itu. Sebab, pemilih lebih suka kandidat menawarkan gagasan dan mempertontonkan prestasi.
"Budaya restu-restuan itu adalah budaya lama, budaya Orde Baru. Berbeda dengan budaya anak muda, generasi milenial, gen Z ya mengedepankan prestasi. Itu bedanya," kata dia.***
Sumber : JawaPos.com
Artikel Terkait
Janganlah Kau Risaukan Akan Rezekimu
Para Sahabat Shaleh Saling Memberi Syafa’at di Hari Kiamat
Keadaan Manusia dalam Menghadapi Masalah
Siapa yang Memperoleh Kebaikan Orang Lain Hendaklah Membalasnya
Sifat Takut dan Harap
Mutiara Pagi: Seperti Terusan Panama (Bagian 1670)
Seorang Sufi Tidak Bertanya Siapa Sufi
Mutiara Pagi: Memasuki Bulan Pilkada (Bagian 1671)
US Election and US Muslim Unity
Demi Dongkrak Elektabilitas, Ridwan Kamil Temui Prabowo dan Jokowi