Ada Seribu Zaytun

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 29 Agustus 2024 | 08:00 WIB
Foto Panji Gumilang, terpidana kasus penistaan agama sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun (Tangkap layar dari Instagram @undercover.id)
Foto Panji Gumilang, terpidana kasus penistaan agama sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun (Tangkap layar dari Instagram @undercover.id)

Dirigen lagu kebangsaan itu seorang Tionghoa. Pakai baju putih. Berjas. Dasi merah. Berkopiah. Berkaus tangan putih. Namanya: Tan Tjuan Hong.

Tan Tjuan Hong

Bebarapa orang Tionghoa memang hadir di barisan depan. Juga banyak pendeta. Salah satunya Pendeta Robin Simanullang, penulis buku Al Zaytun.

Setelah itu, disusul pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Oleh seorang santri laki-laki. Saya lupa namanya.

Yang tampil berpidato mewakili Al Zaytun adalah Dr Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS, SE, MBA, CRBC. Begitu gelarnya. Ia ketua Yayasan Pesantren Indonesia –yang menaungi Al Zaytun.

Ia adalah putra sulung Syekh Panji Gumilang. Sedangkan pengantar acara diberikan oleh ketua panitia yang masih muda: Eji Anugrah Romadhon, SS, MAP.

Setiap pembicara tampil di podium lebih dulu meneriakkan pekik ”Merdeka”. Ada yang sekali. Ada yang tiga kali. Ada yang sebelum "assalamualaikum". Ada yang sesudahnya. Pun yang membaca Al-Qur’an: mengawalinya dengan pekik ”Merdeka”. Termasuk saat mengakhirinya.

Syekh Panji Gumilang tidak naik podium - meski saya sudah minta dengan sangat agar ia tampil sebelum saya. Alasannya: sudah tiga hari berturut ia bicara di seminar tiga hari di situ.

Tema seminar adalah Remontada from Within - kebangkitan Indonesia dari kekuatan internal Indonesia sendiri.

Maksudnya: agar Indonesia masih tetap eksis sampai 1.000 tahun lagi. "Indonesia 1.000 tahun."

Itulah hasil renungan Syekh Panji Gumilang selama hampir satu tahun di dalam penjara. Lalu, jadi tema bahasan ulang tahun pesantrennya yang ke-25.

Oh... Seribu tahun lagi: berapa penduduk Indonesia?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X