Oleh: Dahlan Iskan
Dahlan Iskan ketika datang menjadi pembicara di Ponpes Al Zaytun Indramayu. Ia sempat foto bersama para santriwati.
Syekh Panji Gumilang sama sekali tidak emosi dimasukkan penjara –dengan tuduhan melakukan penistaan agama Islam.
Bahkan, tidak mau naik banding. Tidak mau kasasi. Hukuman satu tahun penjara itu ia jalani begitu saja. Di Indramayu.
Bagi Panji Gumilang, itu bagian dari risiko perjuangan. Ujian hidup dalam mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan negara. Tuduhan anti-Pancasila tidak ia tanggapi. Pun antiagama.
Demo berjilid-jilid ia biarkan. Tidak pernah ia berusaha meredam dengan kemampuan keuangannya. Atau ia kerahkan ribuan santri untuk menggerakkan demo tandingan. Tidak.
Ia begitu yakin tidak berbuat kesalahan apa pun. Kepada agamanya. Apalagi, kepada negara yang amat ia cintainya.
Tidak ada pembuatan senjata di pesantrennya.
Tidak ada bunker di bawah masjid.
Tidak ada rumah ibadah Yahudi di sana.
Semua tuduhan itu telah merusak namanya, tapi ia menyerahkan kepada kebenaran hakiki.
"Saya hanya akan mengajukan PK," katanya. "Sudah diajukan," tambahnya. Saya bisa merasakan bagaimana ada orang dimasukkan tahanan dengan alasan yang diada-adakan. Didesakkan.
Tapi, saya tidak pernah mengunjunginya selama Panji Gumilang di penjara. Yang sering datang justru orang seperti Linda dan teman-temannyi: dari Galaruwa –organisasi kebangsaan pembela Pancasila.
Rupanya Panji Gumilang mengisi waktu dengan banyak berhitung selama di penjara. Ia memang selalu ditemani kalkulator. Ukurannya hampir sebesar iPad.
Artikel Terkait
Keutamaan Shalat Jama'ah Empat Puluh Hari Bersama Imam
Peringatan Keras dari Yogjakarta
Malam Puncak HUT RI ke 79 di Desa Ciguha hingga Pagelaran Panggung Rakyat
Pepeling Diri (1)
Mutiara Pagi: Yang Maha Tunggal (Bagian 1596)
Ikhtiar Melawan Kejahatan Korupsi
Mengenal Hidayah dan Tingkatannya - 04
Jangan Sesekali Lupakan Sejarah (Jas Lurah)
Jangan Balas Kejelekan
Mutiara Pagi: Yang Maha Dibutuhkan (Bagian 1597)