Mendiang Presiden AS John F. Kennedy tidak hidup saat ini untuk menyuarakan pendapatnya tentang perang Israel di Gaza, tetapi diduga kuat,sepertinya dia akan berpihak pada Palestina, bukan pemerintah Israel.
Saat masih menjadi senator muda, Kennedy pada bulan Juli 1957 menyampaikan pidato terkenal di mana ia menyuarakan penentangannya terhadap dukungan militer dan politik Presiden Eisenhower saat itu terhadap kolonialisme Prancis, dan meminta pemerintah AS untuk mendukung perjuangan demi kebebasan dan kemerdekaan di Aljazair.
Situasi di Gaza, Tepi Barat yang Diduduki, dan Yerusalem Timur yang diduduki saat ini sangat mirip dengan peristiwa yang menandai berakhirnya kekuasaan Prancis di Aljazair.
"Kekuatan tunggal yang paling kuat di dunia saat ini bukanlah komunisme atau kapitalisme, bukan pula bom hidrogen atau peluru kendali melainkan hasrat abadi manusia untuk menjadi bebas dan mandiri," kata Kennedy.
"Jadi, satu-satunya ujian terpenting bagi kebijakan luar negeri Amerika saat ini adalah bagaimana kita menghadapi tantangan imperialisme, apa yang kita lakukan untuk memajukan hasrat manusia untuk menjadi bebas."
“Sudah tiba saatnya bagi Amerika Serikat untuk menghadapi kenyataan pahit dari situasi ini dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin dunia bebas di PBB, di NATO, dalam mengelola program bantuan kami dan dalam menjalankan diplomasi kami dalam membentuk arah menuju kemerdekaan politik bagi Aljazair”.
Artikel Terkait
Keutamaan Shalat Jama'ah Empat Puluh Hari Bersama Imam
Nepostisme di Pemerintahan, Pelanggaran Amanah Kelas Berat
Semarak Santri Manba'ul Huda Rayakan Kemerdekaan HUT Ke-79 RI
Peringatan Keras dari Yogjakarta
Hari Ini Tanggal Keramat
Mutiara Pagi: Yang Maha Esa (Bagian 1595)
Malam Puncak HUT RI ke 79 di Desa Ciguha hingga Pagelaran Panggung Rakyat
Mutiara Pagi: Yang Maha Tunggal (Bagian 1596)
Ikhtiar Melawan Kejahatan Korupsi
Mengenal Hidayah dan Tingkatannya - 04