Journalnusantara.com, Binjai – Anggota Komisi VI DPR RI, Rudi Hartono Bangun SE MAP melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar di salah satu cafe di Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (30/7/2024).
Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhineka Tunggal Ika.
Masyarakat sangat antusias mengikuti sosialisasi tersebut sambil mendengarkan penjelasan Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan Sumut III itu.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi bertanya kepada peserta dalam hafalan Pancasila dan arti kalimat Bhinneka Tunggal Ika.
Sosialisasi ini gunanya, jelasnya, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Politisi Nasdem itu menjelaskan Pancasila adalah dasar tegaknya NKRI dengan kebhinekaan, pluralisme dan keberagaman.
“Walaupun perkembangan teknologi, jangan pernah tinggalkan dan lupakan dengan Pancasila,” kata Rudi kepada Wartawan.
Tak hanya itu, nilai yang sejalan dengan Empat Pilar Kebangsaan yakni bergotong royong, toleransi, kerukunan serta hidup bersama saling berdampingan.
Di era globalisasi ini, ungkapnya, masyarakat tidak boleh meninggalkan adat istiadat budaya Indonesia, walaupun Budaya dari luar telah masuk.
“Indonesia, negara maju sehingga tidak mudah tergerus dengan Budaya luar negeri, kita tetap berpegang teguh Ideologi Pancasila,” kata Rudi.
Usai kegiatan ini, Rudi berpesan masyarakat mengamalkan dan tidak melupakan empat pilar kebangsaan. Dalam kehidupan bernegara berpegang teguh terhadap nilai Pancasila. (red)
Artikel Terkait
Jelang Pilkada 2024, Kodim Sinjai Ikut Serta dalam Simulasi Sispamkota
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Desa Cipanas Sukses Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah
Hidup Sejati dengan Hidayah-Nya
HUT RI ke-79, KAI Gelar Lomba Tarik Sarana Kereta Api
Mutiara Pagi: Yang Maha Mematikan (Bagian 1590)
Jelang PON ke-21, Atlet Jabar Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien di Sumedang
Saatnya Akan Datang Pendusta dan Pendosa
Resmi, Kepala Badan yang Baru Dilantik
Hari Ini Guru Besar, Akademisi, Aktivis Pro Demokrasi, Civil Society, dan Aktivis '98 Aksi di Gedung MK
Mutiara Pagi: Yang Maha Hidup (Bagian 1591)