Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Desa Cipanas Sukses Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 21 Agustus 2024 | 04:00 WIB

Journalnusantara.com, Cianjur - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Al Azhary (STAI Al-Azhary) Cianjur menggelar pelatihan pengurusan jenazah bersama masyarakat Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur yang bertempat di Aula Desa Cipanas dengan tema "Menjemput Berkah Dengan Mengurus Jenazah Sesuai Kaifiyah" Selasa (20/08/2024).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh kepala Desa Cipanas beserta staf Desa Cipanas, ketua BPD Desa Cipanas, pendamping Desa Cipanas, ketua MUI Desa Cipanas, para ketua RT dan RW se-Desa Cipanas, Mahasisswa KKN STAI Al-Azhary serta segenap masyarakat Desa Cipanas.

Acara tersebut diawali dengan rangkaian acara pembukaan dilanjutkan pada pemaparan materi tentang mengurus jenazah oleh KH Zaenal Muttaqqin selaku Ketua MUI Desa Cipanas lalu diteruskan dengan praktik langsung yang dipandu oleh KH. Apip Abdullah selaku pengurus MUI Desa Cipanas sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut.

Ketua KKN STAI Al-Azhary Desa Cipanas, Nur Alim Abdul Gani menyampaikan terimakasih sebesar besarnya kepada pihak Desa Cipanas yang selalu memberikan support dalam setiap kegiatan KKN.

"Semoga acara pada hari ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat luas serta regenerasi untuk petugas pengurusan jenazah mengingat urgensi seorang Muslim dalam melaksanakan kewajibannya dalam pengurusan jenazah," ujarnya.

Dalam acara tersebut juga kepala Desa Cipanas, M Agus Saputra menyatakan pentingnya mempelajari ilmu tentang pengurusan jenazah.

“Sebagian besar petugas pemulasaraan kita sudah berusia lanjut, insyaallah kedepan akan kita laksanakan pelatihan seperti ini di setiap majlis ta'lim khususnya bagi ibu-ibu dan generasi muda," imbuhnya.

Salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut, KH Zaenal Muttaqin menegaskan beberapa hal yang harus dilakukan oleh para sanak keluarga, tetangga, atau masyarakat umum yang peduli kepada saudaranya sendiri ketika sedang hampir meninggal. Salah satunya yaitu dengan menuntun untuk membacakan kalimat tauhid, atau dua kalimat syahadat.

"Bukan hanya persoalan menuntun dengan bacaan dua kalimat syahadat dan membacakan surat Yasin di dekat orang yang mendekati ajalnya. Tetapi, setelah orang tersebut meninggal beberapa hal yang wajib dilakukan oleh sanak keluarga atau masyarakat sekitar yaitu memandikan, mengkafani, menshalati, dan terakhir menguburkan," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X