Kemarin Rais Aam PBNU mengantar cucu beliau budal mondok di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.
Etos seorang kakek yang juga kyai beliau tunjukkan dengan cara paling kongkrit, yaitu mengantar sendiri dan menyupir sendiri.
Di Sidogiri, beliau tidak langsung njujuk ndalem, apalagi didahului ajudan yang telpan-telpon untuk minta disediakan ini dan itu.
Beliau duduk di salah satu warung yang menjamur di sekitar pondok. Membaur bersama para wali santri lain. Memesan kopi dan ngudud layaknya warga biasa.
Beliau bukan warga biasa. Beliau adalah Rais Aam jam'iyah yang kekeramatannya sudah teruji seabad lebih!
Sewaktu ditanyakan mengapa beliau sering kalau tindak untuk hadir acara menyupiri sendiri?
Beliau dengan senyum khasnya menjawab "Saya itu lihat rata-rata Rois Aam punya keistimewaan sendiri. Ada yang muhaddits, alim fiqih, ada yang sufi. Keistimewaan saya mungkin ya ini bisa nyupir!"
Demikianlah kalau tawadhu itu sudah mendarah-daging. Refleksnya saja merendah.
Artikel Terkait
Jasa Marga Gelar Rangkaian Akhlak Festival 2024
Menembak Kapolres Siak Cup Berlangsung Sukses, Ini Daftar Juaranya!
Yonmarhanlan XIII Tarakan Ikuti Kegiatan Bersih-Bersih Pantai
Maafkan Kami Bung Hatta
Jelang Liga 1 2024/2025, PSSI Tuntaskan Kursus Wasit
Ziarah untuk Para Wartawan yang Dibunuh dan Kisah Rumah Sakit Jiwa
Satgas Yonif 122/TS Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga, Bukti Sinergitas TNI Bersama Rakyat
Diskusi Sehat, Bukan Caci Maki
Penampakan Jersey Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Hijrah dan Tahun Baru Islam