JournalNusantara.com - Konflik bersenjata Palestina-Israel belum nampak akan mereda, bahkan semakin menjadi saja. Ribuan korban jiwa dan ratusan ribu warga terluka serta kehilangan harta benda sudah tak terhitung lagi.
Di tengah kondisi panas dikawasan tersebut, Menteri Pertahanan Prabowo Subiyanto mencoba menjadi oase bagi terciptanya perdamaian diantara kedua negara yang sedang berkonflik.
Pakar Hubungan Internasional Prof. Hikmahanto Juwana mengapresiasi tindakan konkret pemerintah Indonesia lewat tangan dingin Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang diutus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu mengatasi keadaan darurat di Gaza.
Dibandingkan negara lain yang mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tanggap darurat untuk Gaza, menurutnya Indonesia dinilai paling nyata dan berani tidak hanya sekedar bicara tetapi memberikan aksi konkret mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza dengan rencana siap menampung 1.000 pasien dan 1.000 siswa untuk dirawat dan bersekolah di Indonesia, hal ini akan membuat Israel dan Amerika Serikat (AS) menjadi gusar.
Baca Juga: BPK Bongkar Indikasi Korupsi Massal Rp 39 Miliar, Diperuntukkan Anggaran Perjalanan Dinas PNS 2023
“Jadi saya melihat bahwa keberanian Indonesia ini akan dilihat oleh negara-negara lain, dan tidak cuman sekedar bicara dan level omon-omon katanya ya, tetapi sudah aksi konkret. Nah inilah yang akan membuat Amerika Serikat Israel juga akan khawatir,” kata Hikmahanto saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Jumat (14/6).
Hikmahanto menambahkan, aksi heroik Indonesia ini bisa diyakini bisa menekan Israel maupun sekutunya AS untuk menghentikan aksi brutal Israel melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Gaza.
“Kita berharap kekhawatiran itu akan bisa menghentikan apa yang dilakukan oleh Israel di wilayah Gaza. Ini karena Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai dari majelis umum dewan keamanan PBB semua seolah-olah tidak berkutik atas kebiadaban Israel,” ucapnya.
Untuk itu, Hikmahanto berharap langkah konkret pemerintah Indonesia lewat Prabowo di forum KTT Yordania ini bisa diikuti oleh negara-negara lain untuk membentuk koalisi kemanusiaan demi menghentikan serangan Israel di jalur Gaza.
“Saya berharap apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo dan kemudian pertemuan di KTT Yordania itu yang membahas tentang Gaza dari banyak negara akan membentuk yang kita sebut sebagai koalisi kemanusiaan. Yang dibutuhkan oleh dunia ini untuk menghentikan Israel adalah kemanusiaan dan saya yakin kalau kita bicara kemanusiaan akan didukung oleh banyak pihak,” harapnya.
Baca Juga: Wacana Duet Anies - Kaesang di Pilkada DKI Ditolak DPD PDIP DKI Jakarta
Dijelaskan Hikmahanto, Indonesia dalam forum KTT Yordania menawarkan empat kontribusinya untuk membantu rakyat sipil di Gaza, serta mengakhiri peperangan antara kelompok Hamas dan Israel, yakni mengirim pasukan perdamaian, mengirim kapal rumah sakit, mengevakuasi korban dan melakukan perawatan hingga sembuh dan dikembalikan lagi ke Gaza, dan memberikan pendidikan gratis kepada para korban.
“Karena bayangkan kalau misalnya dalam perang yang berkecamuk ini pendidikan tidak diperhatikan, siapa yang akan menjadi pemimpin-pemimpin dari rakyat Palestina. Jadi di sini pak Prabowo menurut saya menawarkan masalah kemanusiaan, belum lagi beliau juga sudah menyampaikan bahwa kalau misalnya ada gencatan senjata maka Indonesia akan mengirim pasukan perdamaian,” jelasnya.
“Nah pak Prabowo tentu menyampaikan ini gak tiba-tiba muncul, tapi ketika itu Presiden Joe Biden sudah menyampaikan kepada Israel dan Hamas bahwa harus dilakukan gencatan senjata," tambahnya.
Artikel Terkait
Ini Dia... 8 Weton Anak yang Akan Mengangkat Derajat Orang Tuanya Menjadi ‘Sultan’
Sejumlah Family Jokowi Diangkat Jadi Petinggi BUMN, Ngabalin: Ini Bentuk Kepercayaan Negara
PKB Sukses Pinang Anies Baswedan Jadi Cagub DKI di Pilkada 2024
Piramida Mesir
MUI Pusat Jalin Kerja Sama Penguatan Dakwah dengan Grand Syekh Al-Azhar Mesir
7 Pelaku Ditangkap Polda Jabar Gegara Edarkan 23,9 Kilogram Narkoba Jenis Sabu
Ibrahim AS dan Transformasi Kehidupan
Hilangnya Keberkahan Ilmu Anak, Karena Perilaku Buruk Orangtua Terhadap Gurunya
Wacana Duet Anies - Kaesang di Pilkada DKI Ditolak DPD PDIP DKI Jakarta
BPK Bongkar Indikasi Korupsi Massal Rp 39 Miliar, Diperuntukkan Anggaran Perjalanan Dinas PNS 2023