Journalnusantara.com - AMX-10P Marine adalah varian tank baja yang dikembangkan untuk Korps Marinir Indonesia dengan propulsi jet air yang ditingkatkan hingga kecepatan 10 km/jam (6,2 mph).
Kendaraan tersebut dilengkapi dudukan belakang berupa CIBI 50 turet dengan satu senapan mesin berat Browning M2HB kaliber 0,5 inci (12,7 mm), kecepatan 120 rpm.
Awak varian ini adalah 2 awak + 13 tentara. Selain varian khusus AMX-10P Marine, Indonesia juga memiliki varian AMX-10 PAC 90,[6] yang dilengkapi TS 90 turet dengan senjata senapan GIAT CS Super (F4) kaliber 90 mm (3,54 inci) dengan kecepatan 30 rpm, senapan mesin koaksial kaliber 7,62 mm dengan 2.000 rpm.
Lalu ditambah senapan mesin AA kaliber 7,62 mm dengan kecepatan 1.200 rpm atau 0.5 inci (12,7 mm) dengan kecepatan 1.000 rpm.
Varian pendukung serangan ini memiliki berat tempur 14.800 kg (32.628 lb), panjang 7,22 m (23,69 kaki) dengan senjata di bagian depan, serta lebar badan 5,87 m (19,26 kaki).
Penambahan lebar dan tinggi, peningkatan teleskop bidik dan sistem pengontrolan tembakan dapat ditambahkan sesuai kebutuhan. Awak varian ini adalah 3 awak + 4 tentara.
Kedua varian kendaraan tersebut termasuk pengadaan material tempur Angkatan Laut Indonesia pada tahun 1981.
Dalam beberapa operasi maupun uji latihan kendaraan amfibi tersebut, baik AMX-10 PAC 90 (tank kanon) maupun AMX-10P Marine (tank angkut personil) kemampuannya dinilai masih di bawah performa PT.76 dan BTR 50P produksi Uni Soviet.
Penempatan mesin AMX-10 di bagian depan kendaraan berakibat hambatan saat melaju di air atau laut, sehingga pada akhirnya diperuntukkan untuk operasi darat
enis kendaraan tempur infanteri
Negara asal: Perancis
Sejarah pemakaian: perang Teluk
Sejarah produksi: 1973–sekarang
Spesifikasi:
Berat 14,2 ton
Panjang 5,85 m
Lebar 2,78 m
Tinggi 2,57 m
Awak 3 awak + 8 tentara
Perisai Perisal frontal resisten terhadap 23 mm API dri jarak 300 m
Senjata utama 20mm kanon otomatis M693 F1 (800 rpm)
Senjata pelengkap 7,62mm senapan mesin koaksial (2.000 rpm)
Jenis Mesin Hispano-Suiza HS 115 280 hp (210 kW)
Daya kuda/ton 19,7 hp/ton
Suspensi Batang torsi
Daya jelajah 600 km
Kecepatan 65 km/jam
Artikel Terkait
Angkat Disertasi Kasus Kawin Kontrak di Cianjur, Deden Nasihin Raih Gelar Doktor FISIP UNPAD
Deden Nasihin Politisi yang Akademisi, Moncer di Karier Politik Jawa Barat dan Sukses Raih Doktor FISIP UNPAD
Doktor Deden Nasihin, Sosok Muda Cemerlang sebagai Politisi Golkar dan Sukses menjadi Akademisi FISIP UNPAD
PT LIB Gelar Pertemuan dengan Pemilik Klub Liga 1, Bahas Kompetisi 2024/2025
Muhammadiyah Gandeng Ormas Lintas Iman Perkuat Bidang Kesehatan
Potret Wisanggeni 8005, Kapal Patroli Terbesar Milik Polri
Pan Borneo, Proyek Jalan Raya Terbesar di Malaysia
Islamophobia: Fakta, Faktor dan Solusi - 02
Penyesalan Bung Karno
Imam Syafi’i