Pembatalan kenaikan UKT pun disambut gembira oleh kalangan mahasiswa. Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Herianto mengapresiasi semua pihak atas keputusan pembatalan kenaikan UKT itu. "Alhamdulillah, kami mengapresiasi kabar baik ini. Meski ada beberapa catatan dari kami," tuturnya.
Catatan itu, salah satunya, terkait langkah pemerintah yang lambat dalam menangani isu penting. Baik tentang isu UKT, iuran pengembangan institusi (IPI), hingga pembungkaman suara-suara mahasiswa. "Kami menyayangkan sistem pemerintahan hari ini. Ketika ada isu yang viral, baru diseriusi," katanya. Dia berharap pemerintah, terutama Kemendikbudristek, serius menangani masalah pendidikan di lapangan. Termasuk mencabut Permendikbudristek 2/2024.
Herianto memastikan kabar itu telah disampaikan ke seluruh BEM yang tergabung di BEM SI. ’’Kami minta semuanya besok pagi serentak audiensikan ini ke wakil rektor II di masing-masing kampus. Kami akan serius mengawal isu ini,’’ tegasnya.
Baca Juga: Prof Kumba Digdowiseiso Catut Nama Orla dalam Karya Ilmiah, Diberhentikan Sementara Sebagai Dosen
Sebelumnya, kenaikan UKT memicu polemik di masyarakat. Di sejumlah kampus negeri, mahasiswa menyampaikan protes dan menolak kenaikan UKT.
Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat mengatakan, pikiran dan sikap kritis dari mahasiswa adalah hal biasa. Bahkan, Ojat menilai sikap dan pikiran kritis itu dibutuhkan. "(Sikap kritis mahasiswa) itu adalah vitamin. Supaya institusi (perguruan tinggi) menjadi maju," katanya seusai pembukaan National University Debating Championship 2024 di Tangerang Selatan kemarin.
Menurut Ojat, sikap kritis mahasiswa diperlukan untuk perbaikan layanan kampus. Selain itu, rektorat maupun pengelola kampus bisa semakin dewasa dari kritik-kritik mahasiswa.
Sumber: JawaPos/ Ferlynda Putri Sofyandari, Hilmi Setiawan, Zalzilatul Hikmia
Artikel Terkait
Meng-abdallah-kan Ulil Abshar
GovTech Indonesia INA Digital Resmi Diluncurkan Presiden Jokowi
Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Kebakaran, Terdengar Bunyi Ledakan
Polisi Ralat 3 Buronan Pembunuh Vina, Pegi Tersangka Terakhir dan 2 Lainnya Asal Sebut
Aplikasi Sistem Informasi Danau Diluncurkan
Shin Tae-yong Sebut Beberapa Syarat bagi Pemain yang Ingin Dinaturalisasi
Marriage: A Life Journey Together
Wellbeing Kunci dalam Kurikulum Merdeka, Fokus Pengembangan Diri
Prof Kumba Digdowiseiso Catut Nama Orla dalam Karya Ilmiah, Diberhentikan Sementara Sebagai Dosen
Raffi Ahmad Berpeluang Terpilih sebagai Cagub-Cawagub Jawa Tengah di Pilkada Tahun Ini