JournalNusantara.com - Kasus pembunuhan Vina dan Ekky Cirebon masih terus bergulir. Kini fokus perhatian publik tertuju kepada sosok yang baru saja ditangkap bernama Pegi alias Perong.
Hal ini seperti yang diposting oleh akun @tempodotco dengan narasi "Kuasa hukum Pegi Setiawan, Sugiyanti Iriani, menjelaskan awal mula kliennya didatangi pihak Polres Cirebon pada akhir Agustus 2016 atas dugaan terlibat pembunuhan Vina dan Eky. Pada malam kejadian, 27 Agustus 2016, Iriani mengatakan Pegi sedang berada di Bandung, bekerja sebagai buruh bangunan, mengerjakan sebuah proyek rumah milik keluarga etnis Cina." tulisnya.
Selanjutnya, Irianti menuturkan penggeledahan di kediaman Pegi oleh Polres Cirebon dilakukan dua hari setelah kejadian, yaitu pada 29 Agustus 2019. Ia mengetahui hal ini lantaran orang tua pegi bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumahnya.
Kala itu, Kartini ibu dari Pegi, bingung rumahnya didatangi polisi mencari anaknya. Iriani: “Polisi yang satu bilang kalau Pegi ada hutang, polisi satunya lagi bilang kalau Pegi membunuh orang.” paparnya lagi.
Beragam komentar warganetpun mencul di beranda akun pemosting, diantaranya akun @Miduk17: "Terbukti, Polda Jabar TIDAK PROFESIONAL dan sukses mencoreng wajahnya sendiri, ini MEMALUKAN Dulu begitu optimis menebar sketsa 3 DPO, sekarang ternyata hanya 1 (Pegi Setiawan) dan 2 orang lainnya hanya ASAL SEBUT Bagaimana mungkin institusi sebesar POLRI bisa ASAL SEBUT? Jangan2 spekulasi masyarakat ASAL TANGKAP itu juga benar Kalian yang konfers, gue yang malu." tulisnya. Lantas komentar akun @WayanAriyana: "Kecuali potong tiga generasi untuk membuat polisi kita profesional.. Gua denger mo jadi polisi aja maharnya paling kecil 250.jeti. Gimana mo profesional dn tidak korup?" ungkapnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh akun @oyenesia: "Kalo nangkap teroris luar biasa presisinya Jadi isu punya isu ,kalo nangkep teroris itu ada bujet dan merupakan salah satu project unggulan kira2 gitu Sekali lagi ini cuma isu lho , kan republik ini produsen isu yg kerap kali benernye 80 persen Presisi Tebang Pilih." jelasnya. Selanjutnya komentar akun @eko_is_oke: "Ini semakin aneh @ListyoSigitP kok bisa presisi malah jadi ngawur. Sejak awal saya sudah pesimis seperti kasus Sambo. Polri tidak sedang baik-baik saja. Act now Kapolri mumpung berkuasa." pungkasnya.***
Sumber: Twitter
Artikel Terkait
Foto Pegi "Perong" Tersangka Pembunuh Vina, Dua Orang yang Berbeda, Warganet: Amatiran Asal Tangkap !
Meriahkan Festival Jelajah Kuliner Nusantara, KAI Hadirkan UMKM Binaan serta Diskon Tiket Kereta Api
It’s All About We the People
Ngopi Santai Bareng Mantan Komisioner KPU Cianjur
Perempuan Pasca Menikah
Meng-abdallah-kan Ulil Abshar
Asosiasi Dosen Pergerakan Dialektika Keagamaan dan Kebangsaan
Orangtua Lalai, Anak Balita Terlindas Mobil Hingga Tewas...Waspadalah !
GovTech Indonesia INA Digital Resmi Diluncurkan Presiden Jokowi
Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Kebakaran, Terdengar Bunyi Ledakan