Perempuan Pasca Menikah

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 27 Mei 2024 | 12:00 WIB
Ilustrasi - Menikah (Freepik)
Ilustrasi - Menikah (Freepik)

Oleh: Neng Marlina Efendi

Untuk sampai pada perjalanan yang disebut dengan kata menikah, berbagai pemikiran telah banyak kami diskusikan. Salah satu yang membuat saya yakin pada saat itu adalah tentang hidup setelah menikah.

Di antara banyak lelaki yang mendekati untuk niat menikah, saya selalu bertanya. Ketika saya menikah denganmu, apakah kamu akan tetap masih mencintaiku ketika aku bahkan tak menjadi apa-apa?

Hampir semua menjawab, tenang saja. Kamu akan aku hidupi, kamu akan aku biayai, kamu tinggal di rumah saja sebagai istri. Aku yang mencari nafkah, kamu boleh meminta apapun.

Kecuali lelaki ini, dia mengatakan aku akan membantumu menjadi versi terbaikmu. Aku akan mendorongmu untuk tetap menjalani kehidupan dengan cita-citamu, passionmu. Kukira ini lebih dari makna mencintai.

Ketika menikah, kemelekatan perempuan pada pria lebih tinggi karena standarisasi sosial atas dasar kerangka budaya patriarki yang banyak timpang pada perempuan.

Terutama persoalan ekonomi. Meskipun banyak penelitian mengatakan bahwa resieliensi perempuan terhadap permasalahan ekonomi lebih tinggi daripada laki-laki.

Tetapi, persoalan ekonomi setelah menikah menjadi kemelekatan bagi perempuan karena menganggap ada kata perempuan dibiayai dsbnya.

Ketika relasinya tak adil, maka yg dirugikan adalah perempuan. Maka tidak heran, dalam banyak riset perempuan bertahan pada pernikahan yg tidak sehat karena alasan kemelakatan pada laki-laki.

Mau menikah atau tidak, perempuan tetap menjadi manusia yang sama dengan laki-laki.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X