Oknum Polisi Aniyaya Pelajar Perempuan Hingga Hidung Retak, Warganet: Otakmu Broken !

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Kamis, 9 Mei 2024 | 18:25 WIB
Oknum polisi Bulukumba lakukan penganiayaan anak di bawah umur (Foto: Kolase/JejakSulsel/Ist)
Oknum polisi Bulukumba lakukan penganiayaan anak di bawah umur (Foto: Kolase/JejakSulsel/Ist)

JournalNusantara.com - Lagi dan lagi seolah tak mengenal kata berhenti dan selesai pada kasus-kasus sebelumnya. Kini giliran seorang Pelajar Perempuan dianiyaya oknum Polisi hingga hidungnya retak. 

Peristiwa ini menjadi perhatian warganet setelah linimasa memposting peristiwa memilukan ini. Akun @Heraloebss melalui narasinya menyatakan adanya "Oknum polisi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, menganiaya seorang pelajar perempuan hingga mengalami retak di bagian hidung Korban ditempeleng, dicekik & ditendang Pelaku tidak Suka Korban main bersama adik Perempuanya karena dianggap anak Broken Home." tulisnya. 

Warganetpun bereaksi dengan "menyerang" akun pemosting informasi ini, diataranya adalah akun @Homura_Kun_: "Anak broken home anak broken home. Otak mu itu yg broken, klo gk suka bilang aja gk ish sampe di pukul gitu. Mentang seragam polisi songong nya gk ketolong si BABI." cuitnya, lantas komentar B O A S A melalui akun @ChSitum: "Ada aja terus oknum2 kalian @DivHumas_Polri @ListyoSigitP yg berprilaku yg aneh dan gak normal kpd masyarakat, bikin malu aja. Klu oknum2 ini hanya diberikan teguran dan penundaan kenaikan pangkat, kejadian gini akan terus terulang. Pecat dan hukum berat agar ada efek ke yg lain." tulisnya pula. 

Berikutnya masih dengan nada menyesalkan dikemukakan oleh akun @HKotabumi74424: "Komandan polisi sulsel jangan tinggal diam anak buahmu yang sewenang2 arogan itu jangan dibiarkan beri pelajaran yang setimpal seuai sama perbuatan ,sama saja itu penganiayaan ,....jangan hanya tinggal diam ...KOMANDAN polisi sulsel..." ungkapnya geram, lantas komentar dari Gandhi Mizuhara dengan nama akun @gandhimizuhara: "Beberapa tahun lalu juga ada polisi di Sulawesi Selatan yang nampar ibu-ibu karena ibu itu ketahuan mencuri ikan di kolam polisi tersebut. Ibu ini kelaparan karena ga punya uang buat beli makan si polisi sampai saat ini masih dinas." tuturnya, dan akun @heri_putra001: "Pelaku harus dipukul hidungnya hingga retak, disaksikan di depan publk..itu hukuman yg tegas & luar biasa....jangan penyelesaiannya DAMAI, itu sdh biasa & tradisi kuno." pungkasnya. ***

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X