Mengapa Ulama Disalahkan?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 9 Mei 2024 | 15:07 WIB

Oleh: KH Cholil Nafis

Kerap timbul pertanyaan, mengapa ulama disalahkan? Sebab ulamalah yang punya andil dan bertanggungjawab memperbaiki negara dan bangsa.

Bukan karena semata-mata pribadi ulama berbuat salah tapi karena mengemban misi kenabian.

Nabi SAW menyebut risalah ulama sebagai penerus keilmuan dan penanaman iman kepada umat agar terbentuk karakter diri yang baik dan berbuat baik.

Kalau bercermin kepada ilmu manajen dan tata struktur organisasi atau birokrasi, maka kita dapat melihat betapa seorang pemimpin harus bertanggungjawab terhadap kesalahan bawahannya yang diperbuat atau kinerja yang tidak baik. Itulah gambaran struktur masyarakat dalam kontek berbangsa dan bernegara.

Karenanya, Imam Abu Hamid Al-Ghazali menyebut tiga kerangka negara yang akan menjadi faktor penentu kesejahteraan dan kemaslahatan.

Dan ternyata penentu utamanya dan yang bertanggungjawab semuanya adalah ulama. Ihya’ Ulimiddin:

‎ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه ومن استولى عليه حب الدنيا لم يقدر على الحسبة على الأراذل فكيف على الملوك والأكابر والله المستعان على كل حال

“Maka kerusakan rakyat itu karena kerusakan penguasa, dan rusaknya penguasa itu karena rusaknya para ulama. Dan rusaknya para ulama itu karena kecintaan pada harta dan kedudukan. Sesiapa yang terpedaya akan kecintaan terhadap dunia tidak akan kuasa mengawasi hal-hal kecil, bagaimana pula dia hendak melakukannya kepada penguasa dan perkara besar? Semoga Allah menolong kita dalam semua hal.”

Maka sebagai komponen penyeru dan penerangan ilmu ulama adalah para muballigh dan penceramah, Majelis Ulama melakukan standardisasi kepada asatidz yang mau bergabung dengan MUI. Tentunya yang Ahlussunnah Waljama’ah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X