International Day of Tolerance, Hoerul Umam Dekan FAI Uninus Bandung Tekankan Pentingnya Sikap Toleransi

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Selasa, 14 November 2023 | 11:12 WIB
Dr. H. Hoerul Umam S.Pd.I., MM., M.Si Dekan Fakultas Agama Islam Uninus Bandung (Abdul Qodir Majid)
Dr. H. Hoerul Umam S.Pd.I., MM., M.Si Dekan Fakultas Agama Islam Uninus Bandung (Abdul Qodir Majid)

JournalNusantara.com - Hari Toleransi Internasional jatuh tanggal 16 November merupakan salahsatu hasil kesepakatan dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mewujudkan toleransi umat manusia yang ada dibelahan dunia.

Baca Juga: Arti Sebuah Komitmen

Hari Toleransi Internasional atau International Day of Tolerance diperingati sejak tahun 1995.

Menurut Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara Bandung, Dr. H. Hoerul Umam mengungkapkan bahwa inti dari International Day of Tolerance adalah merayakan keberagaman dan toleransi dalam wujud nyata, serta untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang satu sama lain.

Baca Juga: Kang Denas Berharap Hari Pahlawan Menjadi Momentum Kebangkitan Cianjur

"Hari Toleransi Internasional bertujuan untuk merayakan keberagaman dan toleransi dalam wujud nyata, serta untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang satu sama lain". Ujar Hoerul Umam di ruang Dekan Uninus Bandung, Senin (15/11/2023.

"Agama Islam mengajarkan setiap manusia memiliki derajat yang sama dimata Tuhan, yang membedakan hanya keimanan dan ketaqwaannya saja". Tegas Hoerul.

"Sikap toleransi merupakan salahsatu bentuk akhlaqul karimah atau akhlak yang baik. Kita harus selalu berbuat baik kepada siapapun baik itu kerabat, teman, tetangga, bahkan manusia yang ada dibelahan bumi ini wajib saling menghargai dan menjaga persaudaraan tanpa membedakan ras, agama serta golongan". Tambah Hoerul.

Baca Juga: Menyikapi Penggunaan Media Teknologi Internet Kaitan Dengan Invasi Zionis Israel ke Palestina

"Sikap toleransi juga harus dimiliki oleh para pemimpin agar bisa menumbuhkan kesadaran bahwa keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis bukanlah dalih untuk konflik, tetapi kekayaan umat manusia. Keragaman adalah kekayaan." Pungkas Hoerul Umam yang juga merupakan Ketua Yayasan Qolbun Salim Jakarta.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X