Oleh : Lilis Nuraeni
Bagaimana menyikapi penggunaan media teknologi komputer, internet, aplikasi medsos dengan Cerdas dan bijak kaitan dengan invasi Zionis Israel ke Palestina?
Fatwa haram yang dikeluarkan/diterbitkan oleh MUI baru pada jenis barang-barang konsumsi (pangan, sandang, dan alat-alat kebutuhan rumah tangga). Lantas bagaimana dengan barang-barang aplikasi teknologi komputer, media informasi internet, medsos; FB, IG, WA, sistem android yang mereka cipatakan.Barang-barang aplikasi ini-pun ( komputer, internet, sarana medsos) sama keuntungannya ada yang mengalir ke lembaga-lembaga Zionis Yahudi.
Baca Juga: Rektor UIN Bandung Bahas Fikih Wanita Kontemporer di Majlis Ta'lim Ikomah
Faktanya komputer, internet dan aplikasi medsos ini sangat menguasai kehidupan masyarakat, negara, dan informasi dunia. Sehingga saat ini tiada mungkin dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara tanpa komputerisasi, internet, dan aplikasi medsos.
Pihak Zionis Israel, turunan Yahudi sebagai pemilik hak cipta, lisensi, dan berbagai produknya memperoleh keuntungan yang sangat besar dan memberikan pencerahan yang luar biasa bagi kehidupan manusia di bumi ini. Namun di sisi lain kekuasaan mereka di bidang informasi memudahkan mereka dan kelompoknya "mendesain, framing informasi pencitraan".
Baca Juga: Polda Jabar Gelar Apel Pengamanan Piala Dunia U-17
Melalui penguasaan sistem informasi Zionis Israel dan kelompoknya membuat informasi standar ganda (manipulatif) mengenai fakta yang terjadi di Palestina. Seolah-olah dalam setiap agresi yang dilancarkan Zionis Israel terhadap Palestina, masyarakat Israel menjadi korban pula. Hal ini "diamini" sekutunya; Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan negara-negara lainnya bahwa masyarakat Israel-pun banyak yang menjadi korban khususnya korban serangan faksi Hamas yang diasumsikan barat sebagai teroris.
Tak mungkin kita kembali ke masa lampau meniadakan, tidak bersentuhan dengan media internet dan aplikasi medsos, sebab teknologi diciptakan untuk peningkatan kualitas kehidupan manusia, menyederhakan aktivitas keseharian. Betapa pentingnya sistem komputerisasi dalam berbagai kebutuhan kehidupan ( pendidikan, kesehatan, bisnis dll) sedangkan hampir seluruh teknologi/aplikasi ciptaan keturunan Yahudi yang ada kontribusinya terhadap Zionis.
Baca Juga: Wijaya Kusuma Noer Tekankan Pentingnya Teladani Para Pahlawan Bangsa
Dalam hal ini kita harus cerdas dan bijak menyikapinya. Artinya menggunakan produk teknologi informasi dan aplikasi medsos ciptaan bangsa Yahudi untuk menjadi cerdas- berwawasan, untuk terus berikhtiar "masif" membantu Palestina dengan proganda-proganda berdasarkan fakta sosial sampai seluruh masyarakat dunia "melek" atas fakta yang sesungguhnya seperti apa kejahatan Zionis Israel terhadap Palestina.
Kita gunakan, manfaatkan internet, medsos untuk melawan kejahatan, khususnya dalam konteks Palestina; melawan kejahatan yang paling mendasar, paling dzolim yaitu perampasan kemerdekaan atas hak asasi manusia, wilayah, dan kenyaman beragama sebuah bangsa.
"Mari kita gunakan internet, aplikasi medsos untuk melawan, dan menyiasati pembebasan Palestina secara terus-menerus dari gempuran Zionis Israel melalui kecerdasan verbal. Dan terus viralkan..
Semoga ikhtiar kita membantu Palestina ada hasilnya. Insya Alloh akan ada hasilnya asal kita solid dan terus peduli.***
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPRD Cianjur Rustam Efendi Berharap Hari Pahlawan Menjadi Momentum Kebangkitan Cianjur
Hadi Sutrisno Berharap Hari Pahlawan Perkuat Kebersamaan Pemerintah dan Masyarakat
Membiarkan Mantan Maling dan Rampok Jadi Penjaga di Komplek Rumah Kita
Geliat Solo yang Luar Biasa di Tangan Gibran Si Walikota Karbitan
Aa Endot Berharap Hari Pahlawan Tingkatkan Patriotisme, Kebersamaan dan Persatuan
Evie Damayanti, Belajar dari Pahlawan, Wanita Cianjur Harus Hebat,Kuat dan Mandiri
Endang Sutisna Tekankan Pentingnya Menghargai Jasa Pahlawan Bangsa
Rektor UIN Bandung Bahas Fikih Wanita Kontemporer di Majlis Ta'lim Ikomah
Polda Jabar Gelar Apel Pengamanan Piala Dunia U-17
Wijaya Kusuma Noer Tekankan Pentingnya Teladani Para Pahlawan Bangsa