(Belajar dari kearifan Abu Hamid al-Ghazali)
Api menyentuh kayu,
akan terbakar menjadi abu
Begitu kata mata,
yang sering melihatnya
Begitu pula kata telinga,
yang selalu mendengarnya
Cerita dari masa ke masa,
yang telah kita terima
Tangan bergerak, gelas pun jatuh
Air tumpah, lantai pun basah
Seakan dunia ini, terikat oleh asumsi
yang tak pernah salah menebak arah
Padahal di balik semua itu
Ada rahasia yang wajib kita tahu
Api tak pernah berkuasa membakar
Tangan tak punya kuasa menjatuhkan
Laksana hujan tak mampu membasahi
Tanpa izin Sang Pemilik semesta ini
Kita hanya melihat kebiasaan
Menghitung frekuensi kejadian
Lalu menyebutnya hukum alam
Tanpa memikirkan secara mendalam
Manusia yang memuja keteraturan
Lupa akan adanya kuasa Tuhan
Bahwa sejatinya bukanlah api
Bukan pula tangan yang kita miliki
Penyebab semua yang terjadi
Melainkan Dia, Sang Pencipta
Dengan benang tak kasat mata
Menghubungkan awal dan akhir
Dengan kuasa yang terus mengalir
Malang, 2 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur Audiensi ke BPBD, Tuntut Kepastian Relokasi dan Huntara bagi Korban Bencana
Mutiara Pagi: Pertemuan Dua Tradisi (Bagian 1917)
Pamhu Menjadi Undangan VIP Seminar Nasional Haji
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Gaungkan Perlawanan Terhadap Narkoba di Sekolah
Sorotan Tajam RAPB Perubahan 2025 Cianjur, Akankah DPRD Jeli Membongkar Anggaran 'Misterius'?
Mutiara Pagi: Cahaya dari Ifsina (Bagian 1918)
PWNU Jabar Ajak Kader Muda NU Cianjur Jadi Penggerak Pertanian Modern
Mutiara Pagi: Nyanyian Penjaga Kebun (Bagian 1919)
Plot Twist Menjelang Hari Kemerdekaan?
Revisi KUHAP Harus Komprehensif (Bagian 2)