(Nyanyian hati Abu Nasr Al-Farabi)
Di tepian Turkestan yang berpasir
Di sanalah ia lahir
Dari keluarga prajurit Persia
Sederhana, namun sangat bersahaja
Meski sekadar penjaga kebun,
namanya bersanding dengan Ibnu Khaldun
Pagi hari ia memetik daun-daun
Malam hari hatinya basah oleh embun
Ia tinggalkan baju kebun yang berdebu,
berganti jubah ilmu,
duduk di bawah langit biru
Menafsir Plato dan Aristoteles,
dengan hati lapang ia berproses
Bukan hanya akal yang ia kuasai
Rasa pun ia mengerti
Di pangkuannya, kecapi bernyanyi
Namun pikirannya, menyapa Machiavelli
Berkisah tentang kota dan negara
Bercerita tentang masyarakat dan manusia
Bukan istana atau harta yang berlimpah
Lewat As-Siyasah al-Madaniyyah
Baginya, musik adalah filsafat,
yang bisa didengarkan
Sedangkan filsafat,
adalah musik yang bisa dipikirkan
Di Damaskus ia beristirahat,
Tapi nyanyianya tak pernah tamat
Menggema terus menerus
Di dunia Timur dan Barat sekaligus
Malang, 1 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal
* “As-Siyasah al-Madaniyyah” (Politik Kenegaraan): filsafat politik Islam klasik karya al Farabi, memadukan filsafat politik Yunani (Plato-Aristoteles) dengan konsep kenabian dalam Islam.
Artikel Terkait
Zohran's Victory, Democratic Party Leaders, and AIPAC
Tak Terima di Tuduh Penggelapan Ketua KPAI Cianjur Laporkan ke Mapolres Cianjur
Hijaukan Bumi, Mahasiswa KKN Kelompok 9 STAI Al-Azhary Tanam 100 Pohon untuk Ekoteologi Islam
PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur Audiensi ke BPBD, Tuntut Kepastian Relokasi dan Huntara bagi Korban Bencana
Mutiara Pagi: Pertemuan Dua Tradisi (Bagian 1917)
Pamhu Menjadi Undangan VIP Seminar Nasional Haji
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Gaungkan Perlawanan Terhadap Narkoba di Sekolah
Sorotan Tajam RAPB Perubahan 2025 Cianjur, Akankah DPRD Jeli Membongkar Anggaran 'Misterius'?
Mutiara Pagi: Cahaya dari Ifsina (Bagian 1918)
PWNU Jabar Ajak Kader Muda NU Cianjur Jadi Penggerak Pertanian Modern