Sorbonne University Tinggalkan Sistem Peringkat Dunia THE, Pilih Data Terbuka dan Transparan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 21 September 2025 | 10:36 WIB
Universitas Paris, Sorbonne
Universitas Paris, Sorbonne

Journalnusantara.com - Sorbonne University resmi mengumumkan bahwa mereka tidak lagi berpartisipasi dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings mulai 2026.

Keputusan ini berarti Sorbonne tidak akan mengirimkan data yang diperlukan, sehingga namanya tidak akan muncul dalam daftar World University Rankings, Ranking by Subject, maupun Impact Rankings.

Kritik terhadap Sistem Ranking
Sorbonne menilai data yang digunakan THE tidak terbuka dan tidak transparan. Hasil pemeringkatan dianggap tidak bisa diverifikasi atau direproduksi, sementara indikator yang dipakai terlalu menekankan reputasi dan prestise.

Menurut mereka, ranking belum mampu merefleksikan dampak nyata dari riset, keberhasilan mahasiswa, maupun kontribusi sosial universitas.

Komitmen pada Reformasi Asesmen
Sejak 2022, Sorbonne menandatangani CoARA Agreement yang mendorong universitas agar tidak bergantung pada peringkat komersial untuk evaluasi.

Mereka juga menjadi penandatangan awal Barcelona Declaration, yang menegaskan pentingnya penggunaan data riset terbuka.

Berpindah ke Basis Data Terbuka
Sorbonne tidak pernah berlangganan Scopus, salah satu basis data utama THE.

Kini, mereka juga menghentikan langganan Web of Science dan beralih menggunakan OpenAlex serta infrastruktur riset terbuka lainnya yang bersifat gratis, partisipatif, dan transparan.

Pernyataan Resmi

Presiden Sorbonne University, Nathalie Drach-Temam, menegaskan bahwa peringkat internasional memang berguna untuk komunikasi global, tetapi tidak tepat dijadikan alat manajemen universitas.

“Kinerja universitas harus diukur secara multidimensi, bukan sekadar reputasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penilaian lebih penting diarahkan pada manfaat jangka panjang riset dasar, keberhasilan mahasiswa, serta dampak sosial pendidikan.

Implikasi Global

Langkah Sorbonne menjadikannya salah satu universitas besar pertama yang menolak logika ranking game.

Keputusan ini berpotensi mendorong universitas lain di Eropa untuk mengikuti jejak serupa, terutama yang sudah mendukung open science dan reformasi asesmen. .

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Jalan Maju Chile

Rabu, 8 Juli 2026 | 06:44 WIB

Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:19 WIB

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB
X