Mau apa lagi?
Harta yang kita kumpulkan,
tak lebih dari debu
Suatu saat akan ditinggalkan,
seiring berjalannya waktu
Jabatan yang dibanggakan,
hanyalah kesementaraan
Ibarat singgasana di atas pasir,
yang pasti akan berakhir
Mau apa lagi?
Meski digenggam emas segunung,
pikiran akan tetap bingung
Jika hati tak terisi,
tidak mensyukuri yang dimiliki
Meski tangan sudah penuh,
namun hati tetap lapar
Keserakahan tak pernah jenuh,
selalu dunia yang dikejar
Mau apa lagi?
Apa pun yang kita minta
sebagian telah diterima
Namun ketika nurani kau bunuh
pikiran pun akan menjadi rapuh
Ketamakan tidak akan pernah sirna
Sampai kapan pun akan tetap dibela
Padahal semakain banyak yang ingin direbut
Tidur tak nyenyak, pikiran pun kalut
Malang, 20 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Interior Rumah, Cerminan Karakter dan Kenyamanan Penghuninya
Menatap Masa Depan dengan Optimisme dan Persiapan
Jaringan Intelektual Muda Endus Dugaan Politisasi Penjaringan Bakal Calon Pendamping Desa 2025 oleh Partai Politik
RUU Perampasan Aset, UU Pembuktian Terbalik, dan RUU Pembatasan Transaksi Tunai di Atas Rp10 Juta: Keniscayaan untuk Memberantas Korupsi
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Menjaga Keindahan dan Keberlangsungan Masjid Tanggungjawab Bersama (Bagian 5)
Mutiara Pagi: Doa dalam Diam (Bagian 1968)
Peringatan Hari Tanjak Sedunia, PT EMP Gebang Limited Raih Penghargaan
Mukernas PABKI 2025, Perkuat Profesionalisme dan Keilmuan Konselor Islam
Gizi yang Dinanti, Krisis yang Mengintai: Realita Suram Program MBG di Cianjur
Darurat Sampah di Cianjur Selatan: Hak Warga Terabaikan, Bencana Mengintai