Doa dalam diam,
yang tak berwujud kata,
Bila terucap di sepertiga malam,
dapat mengetuk pintu semesta
Tak terdengar nada,
hanya bisik di dalam dada
Namun meluncur ke lazuardi,
ke hadapan Yang Maha Suci
Dalam diam ada kerinduan,
ada harapan yang disembunyikan
Tak perlu dunia tahu,
apa pun yang hendak dituju
Doa dalam diam adalah bisikan hati,
Tak pernah berhenti meski bibir terkunci
Murni dan tulus,
berharap nikmat tak pernah putus
Doa dalam diam kadang lebih kuat,
daripada seribu kata yang lantang terucap
Lahir dari kedalaman jiwa yang dahsyat,
hanya ridha-Nya semata, hati penuh harap
Maka biarlah doa,
mengalir tanpa suara,
mengiringi langkah kita,
menyambut karunia-Nya
Malang, 19 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 1966)
Hujan Deras Membawa Cerita di Balik Rintiknya
Cermin Hati
Mengapa One Man Show dalam Organisasi Tidak Baik
Mutiara Pagi: Kesulitan Pintu Rahasia (Bagian 1967)
Interior Rumah, Cerminan Karakter dan Kenyamanan Penghuninya
Menatap Masa Depan dengan Optimisme dan Persiapan
Jaringan Intelektual Muda Endus Dugaan Politisasi Penjaringan Bakal Calon Pendamping Desa 2025 oleh Partai Politik
RUU Perampasan Aset, UU Pembuktian Terbalik, dan RUU Pembatasan Transaksi Tunai di Atas Rp10 Juta: Keniscayaan untuk Memberantas Korupsi
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Menjaga Keindahan dan Keberlangsungan Masjid Tanggungjawab Bersama (Bagian 5)