Mari kita isi waktu ini dengan ibadah, dengan kebaikan, dan dengan manfaat bagi sesama. Rasulullah SAW. bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, no. 23408)
Dan ketika kita mempersiapkan diri dengan amal baik, kematian tidak lagi menjadi hal yang menakutkan. Ia menjadi pintu menuju pertemuan dengan Allah, sebuah akhir dari perjalanan fana menuju keabadian.
Karena itu menjadi renungan bagi kita bahwa Renungan hidup ini seperti tetesan embun di ujung daun, begitu rapuh dan cepat menghilang.
Namun, selama embun itu masih ada, ia mampu memancarkan keindahan yang luar biasa di bawah sinar matahari. Begitu pula dengan hidup kita. Sebelum waktu kita habis, jadikan setiap momen bermakna. Persiapkan diri sebelum tiba saatnya kita tak mampu berbuat apa-apa.
Mari, saat ini juga, luruskan niat, perbaiki amal, dan jadilah hamba yang siap untuk pulang kapan saja. Semoga Allah menerima semua usaha kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menguatkan iman kita hingga akhir hayat.
Semoga Allah menerima amal baik beliau, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkannya disurga Firdaus-Nya yang paling mulia.Dan semoga kepergian beliau pengingat bagi kita semua untuk selalu mempersiapkan diri, karena maut tidak mengenal usia , tidak memandang kesehatan, dan tidak bisa ditunda.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan keimanan, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Hasyr: 10).
Artikel Terkait
Investasi Terbesar dan Warisan Tak Ternilai yang Mengguncang Keabadian!
Penyair "Celurit Emas": Menggugat Ketidakadilan Melalui Puisi
Mahasiswi STISNU Cianjur Belajar Dasar-Dasar Kepenulisan Bersama Jurnalis
Duet Fadli Zon dan Sudaryono
Mutiara Pagi: Saksi Hidup (Bagian 1736)
Khidmat dan Berkah: Haul Masyayikh dan Isra Mi'raj Pondok Pesantren Nurul Hikmah Assalafy
Cianjur Selatan: Potensi dan Tantangan
Menyulam Doa di Hari Spesial Vani Zakiyah
Mutiara Pagi: Kekuasaan (Bagian 1737)
Harmoni Tawasul dan Kepedulian: Mapala Cianjur Bersatu untuk Menebar Kebaikan