Di antara pagi yang berembun dan malam yang bersinar,
Hari ini adalah jejak yang takkan pudar.
Langkahmu bertambah, mendekap harapan,
Menganyam cerita dalam gulungan perjalanan.
Vani Zakiyah, nama yang indah mengalun lembut,
Hari ini milikmu, di bawah langit yang hangat dan lembut.
Usia bertambah, namun jiwa tetap bercahaya, Seperti pagi yang selalu menebar asa.
Waktu memahat lembut di wajahmu yang tenang,
Namun semangatmu tetap seperti ombak yang bergelombang.
Kau adalah musim yang penuh warna,
Memberi makna pada setiap yang ada.
Tak banyak kata yang bisa kugoreskan,
Hanya doa yang berlayar dalam keheningan.
Semoga hari ini menjadi awal dari cahaya baru,
Artikel Terkait
Sejarah Stasiun Arjawinangun
Mutiara Pagi: Keadilan (Bagian 1735)
Berdandan Juga Harus Jujur
Investasi Terbesar dan Warisan Tak Ternilai yang Mengguncang Keabadian!
Penyair "Celurit Emas": Menggugat Ketidakadilan Melalui Puisi
Mahasiswi STISNU Cianjur Belajar Dasar-Dasar Kepenulisan Bersama Jurnalis
Duet Fadli Zon dan Sudaryono
Mutiara Pagi: Saksi Hidup (Bagian 1736)
Khidmat dan Berkah: Haul Masyayikh dan Isra Mi'raj Pondok Pesantren Nurul Hikmah Assalafy
Cianjur Selatan: Potensi dan Tantangan