Setiap wajah yang bersembunyi
Di balik tirai ketidakadilan
Sebenarnya mereka mengetahui
Bahwa semua itu ketidakbenaran
Dengan semangat yang gigih
Siapa pun berniat akan memilih
Untuk menegakkan kebenaran
Menjunjung tinggi keadilan
Namun karena keterpaksaan
Di bawah bayang-bayang ketakukan
Meski tidak sesuai dengan kata hati
Bara api menjelma bagai bunga melati
Apa pun mereka lakukan
Meski harga diri sebagai taruhan
Demi memenuhi sejumlah keinginan
Yang lebih besar daripada kebutuhan
Senyum yang tampak di layar kaca
Tidak lain jeritan di dalam dada
Tentang gemuruh yang tak kasat mata
Yang telah membuat negeri ini terluka
Kita adalah saksi hidup
Bagaimana keadilan diperjualbelikan
Dari masa ke masa tak pernah redup
Selalu ada yang sengaja menyalahgunakan
Malang, 9 Januari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Pesan Alam dan Kehidupan dibalik Rahasia Menakjubkan
Bangsa yang Diberaskan!
Sejarah Stasiun Arjawinangun
Bahasa Politik Swasembada Beras
Mutiara Pagi: Keadilan (Bagian 1735)
Berdandan Juga Harus Jujur
Investasi Terbesar dan Warisan Tak Ternilai yang Mengguncang Keabadian!
Penyair "Celurit Emas": Menggugat Ketidakadilan Melalui Puisi
Mahasiswi STISNU Cianjur Belajar Dasar-Dasar Kepenulisan Bersama Jurnalis
Duet Fadli Zon dan Sudaryono