Sementara itu, dua rekan sejawatnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat terpisah dari rombongan dan dinyatakan hilang secara misterius sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Hingga saat ini, pihak kepolisian daerah Kalimantan Tengah masih melakukan konsolidasi internal dan belum memberikan rilis lanjutan mengenai pengejaran para aktor intelektual serta proses hukum atas penyerangan brutal terhadap aparat negara tersebut.