daerah

Sekda Cianjur Jadikan Riset Doktoral Administrasi Kependudukan sebagai Bahan Evaluasi Birokrasi

Senin, 8 Juni 2026 | 17:42 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai Azhari. (Ist)

 

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Aparatur Pemerintah Kabupaten Cianjur menegaskan kembali komitmennya dalam membenahi sektor pelayanan publik lewat kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai Azhari, dalam forum diskusi kelompok terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD).

Pertemuan ilmiah bertajuk Layanan Administrasi Kependudukan Kabupaten Cianjur tersebut digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur pada Senin, 8 Juni 2026.

Pertemuan tersebut diselenggarakan sebagai instrumen krusial dari pemenuhan data riset disertasi yang sedang ditempuh oleh kandidat doktor Neli Yuliawati dari STISIP Guna Nusantara Cianjur.

Lewat wadah strategis ini, gagasan, kritik, serta akumulasi pengalaman dari para pemangku kepentingan dihimpun untuk memotret realitas penyelenggaraan pencatatan sipil di wilayah Cianjur.

Saat memberikan pemaparannya, Sekda Ahmad Rifai Azhari melayangkan apresiasi atas inisiasi forum akademis yang mempertemukan elemen masyarakat dengan jajaran birokrasi ini.

Dirinya memandang riset ilmiah di tingkat perguruan tinggi memegang andil besar dalam melahirkan formulasi kebijakan yang berpijak pada data empiris serta kebutuhan riil di lapangan.

“Pemerintah Kabupaten Cianjur menyambut baik kegiatan ini karena hasil penelitian yang komprehensif dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan berharga dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Rifai menjabarkan bahwa tata kelola dokumen kependudukan tergolong sebagai urusan pelayanan dasar yang berkedudukan strategis bagi hajat hidup warga.

Ketersediaan dokumen autentik seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran memegang peran sebagai jembatan utama bagi publik untuk menjangkau aneka fasilitas publik lainnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, ikhtiar mengerek mutu pelayanan administrasi sipil ini wajib digulirkan secara berkesinambungan melalui penciptaan inovasi, optimalisasi teknologi digital, hingga pembenahan kompetensi para aparatur yang bertugas di garda depan.

“Pelayanan publik yang baik harus mampu memberikan kemudahan, kecepatan, kepastian, dan transparansi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, masukan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyempurnakan sistem pelayanan yang sudah berjalan,” katanya.

Agenda FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan multisektor yang bersinggungan langsung dengan sistem administrasi kependudukan daerah. Di dalam ruangan rapat, tampak hadir jajaran kepala dinas dari dinas teknis, kelompok pengamat dan akademisi, perwakilan organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, serta beberapa elemen sipil lainnya yang membawa perspektif variatif terkait dinamika pelayanan kependudukan.

Sepanjang sesi diskusi yang bergulir dua arah, para peserta secara bergantian mengutarakan analisis mereka seputar sejauh mana efektivitas sistem pencatatan sipil yang berjalan, problematika yang kerap berulang di lapangan, hingga urgensi perumusan terobosan baru yang selaras dengan tantangan zaman.

Sekda Ahmad Rifai Azhari menaruh harapan besar agar draf hasil kajian ilmiah ini kelak sanggup mendatangkan dampak positif bagi penguatan tata kelola administrasi sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Halaman:

Tags

Terkini