JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur terus berupaya membenahi kualitas pelayanan dokumen kependudukan bagi masyarakat luas.
Persoalan tersebut dibahas secara mendalam dalam Focus Group Discussion atau FGD yang mengusung tema Layanan Administrasi Kependudukan Kabupaten Cianjur di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Senin 8 Juni 2026.
Pertemuan ilmiah ini diselenggarakan sebagai bagian dari penelitian pemenuhan tugas akhir disertasi yang dilakukan oleh kandidat doktor STISIP Guna Nusantara Cianjur, Neli Yuliawati.
Agenda tersebut melibatkan lintas sektor yang cukup luas, meliputi jajaran birokrasi pemerintah daerah, kalangan akademisi perguruan tinggi, tokoh masyarakat, hingga aktivis lembaga swadaya masyarakat.
Sederet tokoh penting tampak hadir dalam diskusi terfokus ini, di antaranya Guru Besar Universitas Padjadjaran Prof. Dr. H. Yosy Adiwisastra dan Kepala Departemen Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor.
Selain itu, hadir pula Ketua STISIP Guna Nusantara Cianjur Dr. H. Rachmat, Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Ahmad Rifai Azhari, Asisten Daerah I Arief Purnawan, Kepala Dinas Sosial Teddi Artiawan, perwakilan Disdukcapil, serta utusan warga Maria Ulfa Awaliah bersama perwakilan LSM.
Dalam pemaparannya, Neli Yuliawati menjelaskan bahwa urusan dokumen kependudukan merupakan pilar pelayanan paling mendasar yang krusial. Hal ini dikarenakan setiap dokumen berkaitan langsung dengan legalitas hukum perseorangan sekaligus menjadi data acuan utama dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah.
Lebih lanjut, ia menilai keberadaan data warga yang valid serta saling terintegrasi memiliki fungsi yang sangat strategis. Data tersebut menjadi instrumen vital dalam menyokong ketepatan sasaran berbagai program daerah, mulai dari sektor jaminan sosial, sektor kesehatan, sektor pendidikan, hingga program penguatan ekonomi warga.
“Pelayanan administrasi kependudukan saat ini tidak hanya dituntut cepat dan tepat, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin berkembang,” ujarnya.
Neli mengungkapkan bahwa studi yang tengah ia rampungkan ini bertujuan membedah secara komprehensif sejauh mana efektivitas pelayanan dokumen sipil dan kependudukan berjalan di wilayah Kabupaten Cianjur.
Wilayah Cianjur sendiri sengaja dipilih sebagai lokasi riset karena dinilai memiliki dinamika dan berbagai terobosan program yang menarik untuk dibedah dari perspektif akademis, terutama yang berkaitan dengan transformasi mutu pelayanan publik.
Satu di antara terobosan lokalan yang mendapat sorotan tajam dalam riset tersebut adalah keberadaan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Kependudukan Terpadu atau Simpelaku.
Platform digital ini sengaja dirancang demi memangkas birokrasi permohonan dokumen secara daring, sehingga warga bisa dengan mudah mengurus berkas mulai dari tahapan pengajuan awal hingga dokumen resmi diterbitkan oleh dinas terkait.
“Melalui penelitian ini kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi pelayanan administrasi kependudukan, termasuk berbagai tantangan, kendala, serta peluang pengembangannya di masa mendatang,” kata Neli dalam paparanya Senin (08/6/2026).