daerah

Refleksi Ketua BAZNAS Cianjur di Tengah Seleksi: Harapan untuk Pemimpin Baru dan PR Zakat Mal

Sabtu, 9 Mei 2026 | 18:49 WIB
Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata. (FOTO: Ist)

“Kalau memang saya memenuhi syarat dan masih diperlukan, tentu saya siap mengabdi,” ucap Tata menegaskan komitmennya.

Dalam kesempatan yang sama, Tata secara terbuka mengakui bahwa masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang belum tuntas selama ia menjabat.

Masalah yang paling mendesak adalah realisasi pengumpulan zakat mal yang baru menyentuh angka 30 persen dari potensi yang ada. Capaian ini diakuinya masih jauh dari target maksimal dan menjadi tantangan besar bagi siapapun yang akan memimpin BAZNAS di periode mendatang.

“PR terbesar itu penghimpunan zakat mal. Saat ini baru sekitar 30 persen yang bisa terhimpun. Itu belum maksimal,” tuturnya memberikan gambaran objektif mengenai kondisi keuangan lembaga.

Persoalan lain yang disoroti adalah kontribusi zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, meski ASN di bawah naungan Kementerian Agama sudah menunjukkan konsistensi yang baik, namun untuk ASN di lingkungan pemerintah daerah masih memerlukan penguatan regulasi dan penataan yang lebih sistematis agar potensi zakatnya dapat dioptimalkan.

“Kalau ASN Kemenag alhamdulillah sudah cukup bagus. Tapi ASN pemerintah daerah masih perlu penataan dan penguatan lagi,” jelasnya mengenai peta kekuatan zakat di kalangan birokrasi.

Dengan sikap negarawan, Tata menegaskan akan memberikan dukungan penuh kepada pimpinan baru yang terpilih nantinya. Ia melihat pergantian kepemimpinan sebagai siklus organisasi yang wajar dan menyehatkan.

Bahkan, ia berencana untuk menyerahkan daftar capaian serta tantangan yang belum terselesaikan agar pimpinan selanjutnya tidak perlu meraba-raba dari awal dalam menentukan program kerja.

“Kalau saya tidak terpilih, itu sesuatu yang wajar. Saya akan tetap mendukung siapapun yang nanti mendapatkan amanah. Bahkan saya ingin menyampaikan PR-PR yang belum terselesaikan agar bisa dilanjutkan,” ujarnya menunjukkan sportivitas.

Jika kelak tidak lagi menjabat, Tata sudah memiliki rencana untuk kembali ke akar pengabdiannya di dunia pendidikan agama. Ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu di masjid dan lingkungan pesantren untuk membina para santri serta jamaah.

Baginya, pengabdian kepada umat tidak terbatas pada struktur formal lembaga, tetapi bisa dilakukan di mana saja.

“Kalau nanti tidak terpilih, mungkin saya lebih banyak di masjid dan pesantren. Saya ingin fokus membina para santri dan jamaah,” katanya mengenai rencana masa depannya.

Sebagai pesan penutup, ia mengingatkan seluruh calon pimpinan untuk selalu tegak lurus pada aturan syariat dalam mengelola dana umat. Ia menekankan bahwa dasar operasional BAZNAS telah termaktub dengan jelas dalam Al-Qur'an, sehingga integritas dalam pengumpulan dan pendistribusian harus menjadi harga mati bagi setiap pimpinan.

“Siapapun yang terpilih nanti, semoga menjalankan amanah sesuai regulasi dan ketentuan syariat. Penghimpunan zakat itu ada dalam Surat At-Taubah ayat 103, sedangkan pendistribusiannya di ayat 60,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Halaman:

Tags

Terkini

Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:17 WIB