daerah

PSN Geothermal di Cianjur, Catatan Kritis di Penghujung Tahun 2025

Rabu, 31 Desember 2025 | 18:05 WIB

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Menutup tahun 2025, Rumah Diskusi Cianjur menggelar forum refleksi mendalam mengenai Proyek Strategis Nasional (PSN) Geothermal di wilayah Cipanas.

Mengangkat tema "Antara Musibah dan Anugrah", diskusi ini menjadi ruang dialektika bagi para pakar dan praktisi untuk membedah masa depan ekologi serta ekonomi lokal.

Firman Mulyadi (Golkar) menyoroti potensi kemandirian energi, sementara Advokat Aep Lukmanul Hakim menekankan pentingnya perlindungan hak-hak hukum warga terdampak.

Dari sisi regulasi, Dr. M. Rendi Aridhayandi mengingatkan bahwa kebijakan publik harus berbasis pada analisis risiko yang transparan agar tidak menjadi bumerang sosial.

Proyek panas bumi sering kali berdiri di persimpangan jalan: di satu sisi menjanjikan energi terbarukan yang ramah lingkungan, namun di sisi lain menyimpan kekhawatiran akan dampak seismik dan ketersediaan air bagi masyarakat agraris di Cipanas.

Apakah kehadiran Geothermal ini akan menjadi motor penggerak ekonomi (Anugrah) atau justru mengancam ruang hidup warga (Musibah)?

Diskusi yang dipandu oleh Diki Muzaki ini menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum bagi transparansi dan pelibatan masyarakat secara utuh.

Cianjur tidak hanya butuh pembangunan, tapi butuh kepastian bahwa tanahnya tetap aman bagi generasi mendatang.

Salam Literasi!

Tags

Terkini