Senyum yang tumbuh dari kepekaan batin
saat berjumpa dengan orang lain
adalah gema halus dari keindahan Ilahi
yang dipantulkan melalui hati
Dengan penuh kelembutan
Rumi pernah mengatakan,
“Ketika hati disentuh keindahan,
Ia menemukan Tuhan.”
Terbuka tirai untuk memahami
sejumlah jendela keindahan Ilahi
Membiarkan Tuhan berbicara
melalui tangan dan lisan kita
penuh keindahan menyentuh hati
dan sapaan lembut lewat sanubari
Meski bentuk dan wujudnya
tidak semua bisa dijelaskan dengan kata
ibarat memandang sebuah lukisan
hanya keindahan yang dirasakan
Seperti mendengar lantunan musik
dengan nada dan irama yang baik
hati luluh dan bergetar
tumbuh rasa kagum tanpa sadar
Senyum yang indah
bukan hanya menggembirakan mata
tetapi membangunkan jiwa
dan hati yang sedang gelisah
Malang, 30 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Bongkar Percakapannya dengan Jaksa Agung, ada fakta mengejutkan
Terompet Harapan
Mutiara Pagi: Sayap-sayap Harapan (Bagian 2072)
Keajaiban di Balik Secangkir Kopi Pagi
Alarm Keras bagi Etika Publik Perihal Ludah
Komunitas biMBA AIUEO Cianjur Salurkan Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera dan Aceh
Mutiara Pagi: Lingkaran yang Tepat (Bagian 2073)
Mengenal Rayya Haq, Puteri Indonesia Jatim 2026 yang Memikat Hati
Rumah Anti Bocor
Catatan Akhir Tahun 2025: Ikhtiar YLBH Cianjur Menjaga Nalar Keadilan di Masa Transisi